Tiket Pesawat Mahal Bandara Kualanamu Sepi, Penumpang Turun Hingga 20 Persen

Bandara Kualanamu International Airport. Ist

Deli Serdang | Jurnal Asia
Dampak dari mahalnya tiket pesawat dan diberlakukannya bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan tertentu, mengakibatkan Bandara Kualanamu mengalami penurunan penumpang hingga mencapai 20 persen.

Dilansir dari laman netz.id pertumbuhan penerbangan per Januari 2019 minus 23,6 persen.  Sementara  pertumbuhan penumpang juga  mengalami  penurunan minus 20 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Kualanamu. “Untuk dampak memang kami mengalami, kerugian pastinya dan juga terjadi di bandara-bandara lainnya,” kata Eksekutif General Manager Bandara Kualanamu, Bayuh Iswantoro.

Tercatat, penerbangan di Bandara Kualanamu  pada Januari 2018 mencapai 7.336 penerbangan. Kini pada tahun 2019, sejak naiknya tarif angkutan udara dan diberlakukannya bagasi berbayar, jumlah penerbangan hanya mencapai 5.602 penerbangan atau berkurang 1.734  penerbangan.

Sementara jumlah penumpang  pesawat pada Januari 2018 mencapai 950.000 penumpang,  namun pada Januari 2019 hanya 760.000 penumpang atau mengalami penurunan hingga 190.000 penumpang.

Angkutan kargo juga mengalami penurunan hingga minus 10 dibandingkan tahun lalu. Penurunan jumlah penumpang membuat suasana Bandara Kualanamu Internasional Airport Deli Serdang terlihat sepi, terutama di ruang cek in berbagai maskapai. Melihat realitas ini, sejumlah upaya akan ditempuh oleh Angkasa Pura.

“Jumlah trafik yang ada sekarang mungkin akan kita kembangkan lagi, dinaikan lagi dengan upaya-upaya, salah satunya focus group discussion, one on one meeting dengan airline,” papar Bayuh.

Sepinya pengguna jasa penerbangan membuat pengelola bandara merugi. Travel fair pun dilirik untuk mendongkrak minat masyarakat.

“Termasuk juga upaya lain seperti travel fair yang diharapkan dalam travel fair ini air line dapat memberikan insentif harga tiket murah, agar lebih dapat meningkatkan lagi jumlah penumpang yang ada di bandara,” papar Bayuh.

Guna membangkitkan animo masyarakat akan jasa angkutan udara, pengelola juga menghimbau agar maskapai penerbangan mempromosikan tarif  penerbangan murah. Mengingat bila situasi ini terus berlangsung hingga kuartal dua, dikawatirkan pihak Angkasa Pura akan mengalami kerugian miliaran rupiah. (net/wo)