Tabrakan Beruntun, 3 Nyawa Melayang

Jalur Medan-Brastagi Lumpuh Berjam-jam

Brastagi | Jurnal Asia

Kecelakaan maut beruntun terjadi di jalan Medan-Berastagi, Rabu (10/10), tepatnya di Desa Sumbul, Kampung Batu, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Akibatnya, jalur lintas nasional daerah ini sempat lumpuh sembilan jam dari dua arah berlawanan sejauh belasan kilometer. Dalam peristiwa kemarin, tiga nyawa melayang dan tujuh lainnya menderita luka-luka.

Dari keterangan dihimpun Jurnal Asia, diketahui truk tronton nopol BB 9014 LY yang dikemudikan, Safril Hutasoit (35) warga Jalan Sisingamangaraja Bawah, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, datang dari arah Medan menuju arah Tanah Karo, yang diiringi mobil Toyota Kijang Krista BK 1798 AM, dikemudikan Syafiman (30) warga Desa Blok VI Baru, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Setibanya di lokasi kejadian, truk trado BK 8819 LW yang belum diketahui identitas sopirnya, datang dari arah berlawanan melaju dengan cepat, sehingga tabrakan pun terjadi. Selain itu, usai trado yang bermuatan alat berat menghantam tronton, membuat kendaraan ini terdorong ke belakang dan menghantam Kijang Krista yang ada di belakangnya. Akibatnya, tronton terguling dan sempat menghantam Kijang Krista lalu terperosok ke beram jalan.

Adapun 3 korban tewas tersebut, masing-masing, pengemudi mobil truck trado BK 8819 LW. Ia meninggal di tempat akibat terjepit kabin. Kemudian supir tronton BB 9014 LY, Safril Pan­da­potan Hutasoit. Kernet mobil truk tron­ton BK 9014 LY, Andareas Karo-Karo.

Sedangkan pengemudi mobil Kijang Krista BK 1798 AM, Syafriman (30) mengalami luka ringan beserta 6 penumpangnya masing-masing, Mulyadi Solin (44), Fitriono (30), Subianto (30), Anisah (45), Suparman (56), serta Tengku Nanda P Utama (35).

Pasca insiden, Kanit Lantas Polsek Pancurbatu Iptu Sehat Sinulingga kepada wartawan menyatakan semua korban sudah dibawa ke RS Adam Malik, guna mendapatkan pertolongan medis. “Dugaan sementara, sebelum kejadian trado mengambil jalur kanan sehingga terjadi kecelakaan,” tuturnya.
Senada hal di atas, Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chan, me­ngaku sampai saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi terhadap dua truk tronton yang bertabrakan tersebut.

“Karena lokasi yang tidak dapat dilalui imbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak melintas baik dari Medan menuju Karo maupun sebaliknya dari Karo menuju Medan,” ujarnya.
Faidir menerangkan dalam insiden laga kambing terdapat korban jiwa yang mengakibat sopir truk meninggal dunia. Namun saat ini personil masih berupaya keras mengevakuasi bangkai truk agar akses jalan kembali dapat dilalui.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Tanah Karo dan Sat Lantas Polrestabes Medan agar secepatnya mendatangkan alat berat untuk upaya evakuasi,” pungkasnya.

Sementara di lokasi sebelumnya, petugas berupaya mengevakuasi kedua truk yang membentang menutupi jalan Medan-Brastagi tersebut. Di lokasi juga di padati puluhan warga yang menyaksikan proses evakuasi kedua truk. Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini mengatakan sampai ini masih terus dilakukan evakuasi terhadap kendaraan tersebut.

“Kita sudah bekerjasama dengan Pol­res Tanah Karo termasuk Polsek Pan­­­curbatu, untuk menyarankan kepa­da pengguna jalan agar meng­gunakan ja­lur alternatif lain,” kata Juliani, Rabu siang.
“Mengingat ada kecelakaan yang diperkirakan membutuhkan waktu lama dalam hal evakuasi,” sambungnya.

Juliani mengimbau kepada masyarakat yang hendak bepergian ke arah Tanah Karo, Dairi, Subulsalam dan Kutacane, disarankan mengambil jalur Medan-Siantar-Merek. Evakuasi kedua Mobil Truk akan berjalan lama. Sebab masih menunggu alat berat untuk evakuasi dan diperkirakan selesai sampai dengan sore hari.

“Tapi kita upayakan tidak sampai sore evakuasi kendaraan sudah selesai. Karena kita juga sudah kerjasama dengan masyarakat dan saat ini masih kita upayakan di TKP,” jelas Juliani.

Namun saat menjelang sore, AKBP Juliani mengakui jalur Medan- Sibolangit sudah mulai lancar dan sudah dilewati. Meski sebelumnya, eva­kuasi mobil truk dan alat berat eska­vator sempat membuat akses ja­lan lumpuh. Beberapa pengendara ter­paksa memutar dan mencari jalur alternatif.

Lebih lanjut, Juliani menjelaskan bahwa hingga saat ini masih diberlakukan jalur buka tutup untuk akses jalan melewati jalur Medan Sibolangit tersebut.

“Kita masih berlakukan jalur buka tutup, tapi untuk akses jalan sudah lan­car dan tidak padat merayap lagi,” jelas Juliani.

Di lokasi terpisah, Kasubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak menjelaskan, korban tewas Andareas Karo Karo mengalami luka di kepala, dada dan kaki patah. Safril Pandapotan Hutasoit, luka di kepala dan dada, dan korban Mr X luka di kepala dan tangan patah.

Untuk nama korban lainnya, Suparman (55), masuk pukul 13.38 WIB, dengan kondisi sadar, nyeri di kepala akibat benturan, lecet di sekujur tubuh. Subianto (30) masuk pukul 13.42 WIB dengan kondisi sadar, luka fraktur lengan kiri, memar di sekujur tubuh. Kemudian Syafriman (30) masuk pukul 13.42 WIB dengan kondisi sadar, lecet di sekujur tubuh. Anisah (44) masuk pukul 13.37 WIB dengan kondisi sadar, nyeri pada pinggang dan kepala. Fitriono (34) masuk pukul 13.06 WIB, dengan kondisi sadar, nyeri dan ada benjolan di kepala akibat benturan. “Seorang korban yakni Mulyadi Solin (43), berobat jalan karena menderita luka lecet di tangan dan kaki. Sedangkan korban atas nama Tengku Nanda P Utama belum ada masuk ke rumah sakit,” sebutnya.
(bowo/dtc/mb/put)