Rekonstruksi Tahap II Eksekusi Pembunuhan Jamaluddin Akan Digelar Kamis Besok

Polisi menggelar rekonstruksi tahap I. Ist

Medan | Jurnal Asia
Usai menggelar rekonstruksi tahap I mengenai perencanaan pembunuhan Jamaluddin (55), Senin (13/1/2020) kemarin.

Petugas kepolisian akan kembali menggelar rekonstruksi tahap II mengenai eksekusi pembunuhan korban. Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, rekonstruksi ini rencananya akan digelar pada Kamis (16/1/2020) pagi mendatang.

“Rekonstruksi rencananya akan kembali digelar pada hari Kamis pukul 09.00 WIB,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

MP Nainggolan menjelaskan, rekonstruksi ini merupakan rekonstruksi tahap kedua. Hal ini merupakan reka ulang adegan eksekusi hingga pembuangan jasad Jamaluddin.

“Jadi rekonstruksi bakal digelar di dua tempat, yakni rumah korban (Royal Monaco) dan TKP penemuan korban di perkebunan sawit Desa Sukarame, Namobintang, Deliserdang,” jelasnya.

MP Nainggolan menjelaskan, seperti rekonstruksi tahap pertama, rekonstruksi tahap kedua ini juga akan melibatkan penyidik dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Kejaksaan.

Ia menambahkan, rekonstruksi tahap kedua ini juga akan diperagakan oleh ketiga yakni otak pelaku Zuraida Hanum (41) yang merupakan istri korban.

Kedua penjagal yakni M Jefri Pratama (42) warga Jalan Selam, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Medan Denai, M Reza Fahlevi (29) warga Jalan Stella Raya, Medan Tuntungan.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dalam rekonstruksi tahap pertama digelar hanya untuk tahap perencanaan saja (tahap pertama). Dimana dalam rekonstruksi ini terdapat 15 adegan, yang terdiri dari 5 lokasi berbeda.

Adapun rekonstruksi tersebut, berawal dari curhatan istri korban kepada Jefri prihal masalah rumah tangganya dan niatan untuk membunuh Jamaluddin di cafe Jalan Ringroad.

Kemudian rekonstruksi dilanjutkan pertemuan keduanya dengan tersangka Reza di Simpang Selayang yang dilanjutkan dengan membahas aksi pembunuhan di Coffee Town Jalan Ngumban Surbakti, dimana kedua eksekutor dijanjikan umroh oleh korban dan uang Rp100 juta.

Tak sampai disitu, rekonstruksi juga dilanjutkan dengan membeli peralatan yang akan digunakan untuk membunuh korban di kawasan Pajak Melati. Sebelumnya Zuraida telah memberikan Reza uang Rp 2 juta untuk membeli perlengkapan tersebut.

“Rekonstruksi tahap kedua nanti baru soal bagaimana eksekusi terhadap korban dilakukan pelaku,” tandas Andi Rian. (wo)