PRSU Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Nasional


Medan – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) telah resmi dibuka Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi pada Jumat (17/3) malam lalu.

Ada yang istimewa dari ge­laran yang ke-46 kalinya ini. Hal ini dikarenakan Kementerian Pariwisata telah memasukkan PRSU ke kalender nasional dan menjadi salah satu destinasi wisata.

Selain PRSU ada dua event lainnya yang masuk ke dalam destinasi wisata bertaraf nasional di Sumut, yaitu Pesta Danau Toba dan Ramadhan Fair.

“PRSU merupakan satu-sa­tunya pekan raya tingkat provin­si yang penyelenggaraannya berkelanjutan memuat potensi dan budaya daerah. Tahun ini PRSU masuk kalender nasional Kementerian Pariwisata yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata,” sebut Gubsu Erry dalam sambutannya saat membuka PRSU.

Masuknya PRSU ke dalam destinasi wisata nasional jelas menjadi kabar baik bagi dunia pariwisata di Sumatera Utara. Namun begitu, tantangan lain yang tak kalah pelik pun muncul. Satu di antaranya kemasan yang akan disaji oleh PRSU itu sendiri sehingga benar-benar memang layak menjadi destinasi wisata nasional.

“Kami berharap agar pelak­sanaan PRSU lebih mak­simal dan menonjolkan potensi dan kekayaan budaya dari masing-ma­sing daerah sebagai wujud dan kesiapan PRSU sebagai miniatur Provinsi Sumut. Tahun lalu sudah ditandatangani ker­jasama agar paviliun yang ada dibuka setiap hari dalam setahun. Karena sangat sayang kalau tempat yang strategis ini hanya dibuka setahun sekali,” kata Gubernur.

Mulai tahun depan, pihaknya akan memberi subsidi kepada seluruh kabupaten/kota yang ingin buka stand sepanjang tahun. Melalui persetujuan DPRD Sumut, setiap kabupaten akan mendapat subsidi Rp25 juta per bulan atau Rp300 juta setahun agar bisa pameran produk dan budaya berlangsung setiap hari.

“Sehingga apa bila ada ta­mu yang tidak cukup waktu datang ke seluruh daerah bisa mengunjungi PRSU, selain itu juga menjadi upaya promosi produk daerah,” kata Gubsu menjelaskan.

Kepada Pemkab dan Pemko yang telah memiliki paviliun di area PRSU, Gubsu mengimbau untuk berperan aktif mendukung program open daily PRSU de­ngan penganggaraan melalui APBD masing-masing. “Pemprov akan mendukung melalui APBD provinsi dengan persetujuan DPRDSU,” ujar Gubsu.

Gubsu juga berharap seluruh kabupaten/ kota dapat miliki paviliun permanen di area. Sejauh ini hanya tinggal dua kabupaten dan satu kota saja yang belum miliki paviliun di Kepulauan Nias.

Di sisi lain, Gubernur Erry juga mengapresiasi Pe­nye­leng­garaan Inotech Award yang dilaksanakan untuk ke­dua kali. Perlombaan inovasi teknologi yang memperebutkan Piala Gubernur itu diikuti lebih dari 100 peserta dari perguruan tinggi dan SMK. Salah satu karya peserta sudah diaplikasi pada pelaksanaan PRSU, yaitu elektronik card sebagai pass masuk arena.

“Terima kasih panita telah tunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan inovasi tepat guna,” katanya.

Ketua Yayasan PRSU Nu­zirwan Lubis mengatakan, pi­haknya berupaya lebih mak­simal dan menonjolkan kekayaan budaya sehingga PRSU dapat menjadi deskripsi miniatur Su­mut. Dia menyebutkan pada pe­laksanaan tahun sebelumnya, PRSU dikunjungi oleh 180 ribu pengunjung.

“Diharapkan even PRSU men­­jadi sarana yang efektif ba­gi Pemkab dan Pemko untuk men­sosialisasikan potensi sum­berdaya daerah,” katanya.

PRSU yang akan berlangsung hingga 17 April mendatang ini dimeriahkan dengan malam pementasan budaya daerah, karnaval kendaraan hias dari kantor Gubsu ke arena PRSU. Setiap hari digelar hiburan artis dari Kita Medan dan juga artis ibukota.

Selain itu, PRSU dimeriahkan peserta dari luar provinsi, seperti Jawa Timur dan entrepeneur muda dari Singapura dan Thai­land. Selesai acara PRSU dapat buka paviliun sepanjang tahun. PRSU tahun 2017 diikuti 333 peserta, 33 kabupaten/kota, 100 BUMD, 100 UKM dan 100 kuliner. Dibandingkan tahun lalu, menurut Nuzirwan, terjadi kenaikan peserta hingga 20 persen.

Sementara saat meninjau stand, Gubsu meresmikan pa­viliun baru milik Kabupaten Hunbanghasundutan. Bupati Hum­bahas berharap melalui keberadaan paviliun daerahnya bisa semakin dikenal dan di­kunjungi wisatawan man­canegara.

Dalam kesempatan itu di­tam­­pilkan fragmen kolosal ber­tajuk Pahlawan Nasional Si­si­ngamangaraja XII yang di­sutra­dai oleh Thomson HS. (andri)