Polsek Helvetia Ringkus Maling Laptop di Kantor Notaris

Pelaku pencurian laptop yang diamankan Polsek Helvetia. Ist

Medan | Jurnal Asia
Polsek Medan Helvetia mengamankan seorang tersangka pelaku pencurian yang terjadi di sebuah kantor notaris di kawasan Jl Gaperta Kel. Helvetia Tengah Ke.Medan Helvetia.

Informasi diperoleh wartawan, Kamis (11/7/2019) menyebutkan, tersangka yang diamankan adalah Sahat Martua Panggabean (30) warga Jl.Kapt.Muslim Gg.Gotong Royong No.08 Kel.Helvetia Kec.Medan Helvetia.

Panit 2 Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Suyanto Usman mengungkapkan kepada wartawan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pihaknya berdasarkan tindaklanjut penyelidikan atas laporan kasua No.LP/397/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Helvetia.

Dalam laporan kasus itu dikatakan Suyanto, berdasarkan pengakuan korban Wilfred Siburian (43) peristiwa pencurian itu diketahui pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019 sekitar pukul 08.00 WIB. Dimana korban bersama Aldi yang bekerja sebagai tukang sapu dikantor melihat  pintu pertama dan kedua sudah rusak.

Korban pun kemudian menyuruh Aldi untuk mengecek pintu atas dan setelah dilihat ternyata pintu atas sudah terbuka. Laptop yang berada dimeja karyawan kantor bahkan sudah tidak ada lagi. Atas kejadian tersebut korban mengalami kehilangan 1 (Satu) unit laptop merk Lenovo tipe ideapad 320-141SK Warna Hitam dan ditaksir sekira Rp.8000.000,.(Delapan juta rupiah).

“Menindaklanjuti laporan itu, pada hari Rabu 10 Juli 2019 sekira pukul 16.30 WIB Tim Pegasus Polsek Medan Helvetia mendapat informasi yang bahwa pelaku atas nama Sahat Martua Panggabean berada di jalan berboncengan dengan temannya di Jl.Gaperta Helvetia tengah,” sebutnya.

Tak memakan waktu lama Tim Pegasus Polsek Medan Helvetia dipimpin langsung oleh Panit 2 Reskrim Polsek Medan Helvetia IPTU Suyanto Usman berhasil menangkap tersangka. Setelah diintrograsi, pelaku mengakui perbuatannya dan beraksi bersama beberapa orang rekannya, berinisial JR (DPO), UC (DPO) & WN (DPO).

“Satu tersangka sudah diamankan dan selanjutnya kita masih memburu 3 pelaku lain. Terhadap tersangka yang diamankan terancam dijerat pasal 363 Kuhpidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya.(wo)