Polri Diminta Usut Tuntas Pelaku Teror Terhadap Ketua KPK

Rumah Pimpinan KPK Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih Kota Bekasi yang di teror bom. Ist

Medan | Jurnal Asia
Rumah Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Agus Raharjo dan Laode Muhammad Syarif mendapatkan ancaman teror pada hari Rabu 9 Januari 2019 sekitar pukul 06.30 WIB. Ancaman tersebut berupa bom molotov yang terdapat di depan rumah korban.

Akibat kejadian tersebut Kepolisian diminta segera mengusut tuntas pelaku teror yang dilakukan kepada kedua Pimpinan KPK tersebut.

Ketua Madrasah Anti Korupsi (MAK) Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Basir Hasibuan mengatakan, pihak kepolisian harus bertanggung jawab atas keamanan di dalam negara.

“Masyarakat sudah takut dengan banyaknya teror di negara ini. Jadi ketika teror sudah banyak, maka keamanan akan terancam. Sementara tanggung jawab keamanan ada pada Kepolisian yakni Kapolri. Jadi Kapolri harus bertanggung jawab terhadap keamanan tersebut,” ucapnya, Rabu (9/1).

Basir mempertanyakan keamanan para pejabat negara. Karena para pejabat negara tersebut biasanya dikawal dan dijaga oleh aparat keamanan.

“Pejabat negara kok bisa kena teror? Inikan perlu dipertanyakan. Karena biasanya pejabat negara seperti KPK itu kan dikawal dan dijaga oleh aparat keamanan begitupun dengan rumah para pejabat tersebut,” terangnya.

Ia meminta supaya kepolisian segera mengusut tuntas hal tersebut dalam hal ini adalah Kapolri  karena itu merupakan tanggung jawab Kapolri.

“Kita meminta Kepolisian yakni Kapolri segera mengusutnya karena hal ini adalah tanggung jawab Kapolri. Kalau tidak mampu mengusut maka lebih baik jabatan itu diletakkan,” tegasnya.

Karena bagaimanapun, sambungnya, masyarakat butuh kenyamanan. Kalau sekelas Ketua KPK terancam, bagaimana dengan masyarakat biasa ini.

Beliau berharap supaya kepolisian segera mengusutnya dan segera engungkapnya pelakunya ke publik.

“Kita minta supaya Kepolisian segera mengusut siapa pelakunya dan mengungkapnya ke publik. Supaya masyarakat tidak menganggap ini sebagai pengalihan isu, itu yang kita jaga. Dan supaya masyarakatnya nyaman dan aman dan terbebas dari rasa takut,” tandasnya. (vii/net)