Polrestabes Medan Kerahkan Kekuatan Berantas Geng Motor yang Resahkan Warga

 

Personel Polrestabes Medan menggelar apel geng motor. Ist

Medan | Jurnal Asia
Polrestabes Medan mengerahkan kekuatan untuk memberantas geng motor yang kembali meresahkan masyarakat di Medan.

“Kita melakukan antisipasi beberapa kejahatan yaitu kejahatan jalanan seperti geng motor yang muncul kembali maka kami melakukan sistem hunting dengan pemeriksaan yang dilakukan dengan cara humanis dan tidak ada yang menimbulkan korban,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat memimpin apel di Lapangan Merdeka Jalan Bukit Barisan Medan, Sabtu (11/5) pagi.

Ia mengatakan dalam apel ini, nantinya personel yang melakukan hunting dibagi dalam dua kelompok yakni dari kelompok pertama Polsek Medan Barat,Polsek Medan Area,Polsek Medan kota,Polsek Sunggal dan Polsek Patumbak. Dan kelompok kedua terdiri dari Polsek Medan Baru,Polsek Medan Timur, Polsek Helvetia dan Polsek Delitua.

“Kami berharap pagi dini hari ini memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada masyarakat bahwa polisi ada, Polrestabes Medan melaksanakan Patroli gabungan untuk melakukan Antisipasi pada jam – jam rawan,” ujarnya.

“Ini dilakukan pada jam tertentu yang sudah kita data.kami akan menurunkan kekuatan dan menekan angka kriminal.Polri tidak akan tinggal diam dan akan terus mengejar pihak yang melanggar hukum, penegakan hukum harus dilakukan,” sambungnya.

Diketahui, keberadaan geng motor kembali mengganas, Warnet yang berada di Jalan Gatot Subroto Kecamatan Medan Maimun diserang seratusan pengendara diduga geng motor, Rabu (8/5) dinihari menjelang sahur.

Akibat penyerangan ini komputer di dalam warnet pecah berantakan akibat dilempari batu. Dodi, pengelola warnet tersebut menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu segerombolan remaja bermotor tengah berkonvoi dikawasan Jalan Brigjen Katamso.

“Namun entah kenapa, tiba-tiba mereka melempari warnet dengan batu. Sehingga pengunjung dan penjaga warnet langsung kabur bersembunyi,” ungkapnya saat ditemui di warnetnya.

Setelah rombongan pertama lewat, lanjutnya, para warga mencoba mencegat para remaja tersebut. Namun ternyata, jumlah mereka sangat banyak, tak sedikit yang membawa senjata berupa gir motor, rantai besi dan juga senjata tajam.

“Ada seratusan kalau nggak salah. Tapi kita nggak tahu apakah geng motor atau bukan. Namun pakaian mereka, seperti orang yang mau melakukan sahur on the road,” jelasnya.

Kendati begitu, Dodi mengaku, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Karena usai melakukan aksinya para terduga geng motor itu langsung melanjutkan perjalanannya.(wo)