Polisi Tunggu Hasil Otopsi Pastikan Penyebab Korban Tewas Saat Gerebek Narkoba

Suasana keramaian di lokasi penggerebekan. Ist

Medan | Jurnal Asia
Penggerebekan narkoba yang berujung tewasnya seorang warga di Jalan Ampera III Kelurahan Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, masih terus diselidiki Polsek Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin menjelaskan untuk memastikan penyebab korban meninggal dunia, jasad korban Gazali (67) dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

“Selasa (8/1) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB kita bawa ke Rumah Sakit, untuk mengetahui penyebab korban meninggal karena apa, karena dugaan sakit jantung,” ujarnya.

Ia mengatakan saat penggerebekan narkoba berlangsung ada 4 orang personel Unit Reskrim Medan Timur disana.

“Keempatnya sudah diperiksa di Propam Polrestabes Medan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifin menyampaikan dalam penggerebekan itu pihaknya mengamankan 1 orang tersangka narkoba berinsial AW dengan barang bukti 3 paket sabu.

Diketahui, kehebohan terjadi di Jalan Ampera III Kelurahan Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1) malam. Seorang warga dikabarkan meninggal dunia saat polisi melakukan penggerebekan narkoba.

Informasi dihimpun wartawan di lokasi kejadian, korban meninggal dunia diketahui bernama Gazali (67) warga Jalan Ampera III Medan Timur. Saat penggerebekan berlangsung korban berusaha mengambil anaknya yang hendak dibawa polisi.

Menurut penuturan anak korban Saleh (26), ayahnya sempat ditolak oleh dua orang personel Polsek Medan Timur yang melakukan penggerebekan di lokasi.

“Mereka melakukan penggerebekan narkoba sore tadi sekitar jam setengah enam (17.30 WIB),” ungkapnya.

Polisi yang melakukan penyisiran, lanjut Saleh, sempat mengamankannya dengan tuduhan melakukan pelemparan batu ke arah petugas.

“Saya dituduh melempari polisi, kemudian saya dibawa,” ujarnya.

Nah, korban yang melihat anaknya dibawa, sontak berupaya membebaskan anaknya yang dipegang polisi.

“Saat itulah ayah saya ditolak ada dua orang polosi yang menolak. Begitu jatuh sempat duduk, dan wajahnya biru,” ungkap anak korban.

Melihat kondisi korban sudah sekarat, warga yang sudah ramai membawa korban ke Rumah Sakit Imelda Jalan Bilal Medan, menaiki beca motor (betor). Nahas, kendati dibawa ke Rumah Sakit, nyawa korban tak tertolong.(wo/net)