Polda Sumut : Angka Kecelakaan Korban Meninggal Turun 32 Persen Selama Ops Ketupat 2019 

 

Personel Polda Sumut bersiaga selama Operasi Ketupat Toba untuk mengamankan perayaan hari besar lebaran. Ist

Medan | Jurnal Asia
Angka kecelakaan lalu lintas (lakakantas) yang merenggut korban jiwa mengalami penurunan 32 persen selama Operasi Ketupat Toba 2019 yang digelar Polda Sumut sejak 29 Mei hingga 10 Juni.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (11/6/2019) menyampaikan selama Ops Ketupat Toba tercatat 86 lakakantas terjadi di Sumut,  25 orang tewas, serta 45 orang luka berat dan 112 orang lainnya luka ringan.

Sedangkan untuk kerugian materil selama dilangsungkannya operasi ini, terhitung mencapai Rp 257.100.000. Namun, bila dibandingkan dengan jumlah kecelakaan dan korban jiwa pada tahun 2018 lalu, pada tahun ini angkanya terjadi penurunan.

Ia menyebutkan, pada tahun 2018 jumlah kecelakaan yang terjadi sebanyak 92 kejadian, 37 orang tewas, 52 luka berat, 119 luka ringan, serta kerugian materil mencapai Rp 276.100.000.

“Dilihat dari aspek kuantitas, untuk laka lantas terjadi penurunan sebanyak
7%, korban meninggal turun
32%, luka berat turun 6%, luka
berat turun 6% dan kerugian materil turun 7%,” paparnya.

Sedangkan untuk kendaraan yang terbanyak terlibat kecelakaan lalulintas, jelas dia, ialah pada kendaraan sepeda motor yang mencapai 91 unit. Kemudian untuk mobil penumpang ada 38 unit, mobil bus 5 unit, mobil barang 7 unit, kendaraan khusus 3 unit, dan kendaraan tidak bermotor 1 unit.

MP Nainggolan merincikan untuk waktu kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 12.00-15.00 WIB sebanyak 22 kejadian, pukul 18.00-21.00 WIB sebanyak 15 kejadian, pukul 21.00-24.00 WIB sebanyak 13 kejadian, pukul 15.00-18.00 WIB sebanyak 13 kejadian. Lalu pukul 09.00-12.00 WIB sebanyak 10 kejadian, pukul 06.00-09.00 WIB sebanyak 6 kejadian, 03.00-06.00 WIB sebanyak 4 kejadian, dan 00.00-03.00 WIB sebanyak 3 kejadian.

Sementara itu, untuk angka kriminalitas selama Ops Ketupat Toba 2019 ini, pihaknya mencatat terjadi sebanyak 100 kasus dan kejahatan trans nasional narkotika ada 2 kasus. Untuk data kriminalitas paling banyak diantaranya ialah pencurian biasa 17 kasus, curanmor roda dua 15 kasus, kekerasan terhadap orang secara bersama-sama 13 kasus, dan pencurian dengan pemberatan 12 kasus.

Selain itu, untuk pelanggaran lalulintas, sambung MP Nainggolan, selama Ops Ketupat Toba 2019 ini pihak kepolisian telah mengeluarkan sebanyak 1.946 surat tilang dan 7.104 teguran. Jumlah untuk tilang pada tahun ini mengalami penurunan dari operasi tahun 2018 yakni sebanyak 2.727 surat tilang dan teguran naik dari 4.108.

“Jumlah kasus pelanggaran terbanyak pada sepeda motor adalah melawan arus yakni 846 kasus. Sedangkan untuk mobil dan kendaraan khusus jumlah pelanggaran terbanyak adalah menggunakan HP saat berkendara yakni 141 kasus,” tandasnya.(wo)