Penyelidikan Kematian Aktivis HAM, Tim Gabungan Gelar Olah TKP di Underpass Titi Kuning

 

Polisi melakukan olah TKP. Ist

Medan | Jurnal Asia
Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian aktivis HAM, Golfrid Siregar. Rabu (9/10/2019) siang tadi, tim gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Delitua menggelar olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Olah TKP digelar di lokasi pertama kali jenazah korban ditemukan di Underpass Titi Kuning. Disana, personel polantas menghadirkan saksi tukang becak yang membawa korban rumah sakit. Tak hanya itu, polisi juga membuat tanda sebagai titik jatuhnya korban bersama kendaraannya.

“Mohon ditunggu ya. Kita sedang olah TKP,” ungkap Kapolsek Delitua, Kompol Efianto.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil otopsi. “Mohon waktu ya,” ujarnya, Selasa (8/9/2019) kemarin.

Diketahui, korban merupakan advokat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) ditemukan tak sadarkan diri oleh penarik becak yang kebetulan melintas di Underpass Titi Kuning, pada Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kemudian oleh tukang becak tersebut Golfrid dibawa ke RSUP Haji Adam Malik untuk mendapatkan pertolongan. Namun, Minggu (8/10/2019) kemarin, nyawa korban tidak tertolong.

Direktur Walhi Sumut Dana Prima TariganĀ  menilai banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid ini, sebab kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul.(wo)