Pemadaman Bergilir di Sumut Berlanjut

Medan – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan Sumatera Utara (Sumut) akan mengalami defisit listrik hingga pekan depan. Hal ini disebabkan karena sejumlah pembangkit listrik sedang dalam masa perawatan.

Beberapa pembangkit yang keluar atau perawatan tersebut antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTU) Belawan GT 11 kapasitas 130 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin 1 (60 MW), PLTG Belawan Lot 3 (85 MW) dan PLTG Paya Pasir 7 (34 MW).

Kondisi tersebut menyebabkan, sejumlah wilayah di Sumut mengalami pemadaman pada Sabtu (18/3) ke­marin. Diantaranya, Jalan Bilal, Jalan Krakatau, Tem­bung, Jalan Marelan Raya, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bromo, Jalan Halat, Jalan hingga Jalan Mariendal.

Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumut Sutrisno mengatakan, padamnya listrik dikarenakan ba­­nyaknya pembangkit yang sedang dalam perawatan dan sesuai yang dijadwalkan. Dan hingga kini Sumut mengalami defisit sebesar 157 MW dari yang semula sebesar 186 MW.

“Karena pembangkit sedang perawatan, Sumut menjadi defisit. Namun secara bertahap terus berkurang seiring dengan pembangkit lain yang sudah bisa normal,” katanya, Minggu (19/3).

Ia merinci, dari beberapa pembangkit, PLTG Paya Pasir 7 diusahakan dan diupayakan beroperasi secara normal pada, Sabtu (18/3). Sementara untuk, PLTU La­buhan Angin 1 terjadi kebocoran boiler dan sedang da­lam perbaikan diperkirakan akan normal pada 25 Maret men­datang dan PLTG Belawan Lot 3 diperkirakan hingga, Selasa (21/3) akan normal.

“PLN berupaya maksimal secara bertahap dan mengusahakan untuk memulihkan kembali agar defisit seminim mungkin. Hingga kini belum bisa diperkirakan sampai kapan. Namun jika sesuai jadwal, akan normal pada pekan depan. Dengan ini juga PLN mohon maaf pada pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya. (netty)