Operasi Patuh Toba di Medan, Sudah 487 Sepeda Motor Tanpa Dokumen Ditahan

Petugas kepolisian melakukan Operasi Patuh Toba 2019. Ist

Medan | Jurnal Asia
Satlantas Polrestabes Medan menilang sedikitnya 3.016 pengendara sepedamotor yang tidak tertib berlalulintas sejak Ops Patuh dimulai, 29 Agustus sampai 5 September 2019.

“Dari jumlah tilang tersebut barang bukti uang diamankan STNK 1.330, SIM 1.131, sepeda motor 487 unit, mobil 36, becak 30 dan apeksi 2,” jelas Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini melalui Wakasat Lantas Kompol Efendi Sirait, Sabtu (7/9/2019).

Dijelaskannya, Operasi Patuh Toba dimulai sejak 29 Agustus hingga 11 September 2019 berlangsung di seluruh wilayah di Sumatera Utara.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polrestabes Medan dan jajaran juga menggelar razia. “Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 selama dua pekan,” jelasnya.

Operasi Patuh Toba 2019 ini untuk menciptakan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Serta untuk meminimalisir terjadinya kecalakaan lalulintas dan fatalitas korban,” ungkapnya.

“Dengan mengedepankan tindakan preventif dan represif. Ada delapan sasaran perioritas pelanggaran yang nantinya akan dilakukan,” sambungnya.

Informasi dihimpun wartawan, ada 8 sasaran perioritas pelanggaran yang nantinya akan dilakukan saat Operasi Patuh Toba 2019 yaitu :
1. Menggunakan HP saat mengendarai kendaraan.
2. Mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk.
3. Mengendarai kendaraan diluar batas kecepatan.
4. Pengemudi di bawah umur.
5. Tidak menggunakan safety belt.
6. Melawan arus lalu lintas saat berkendaraan.
7. Tidak menggunakan helm SNI.
8. Menggunakan lampu rotator atau strobo.(wo)