OJK: Kredit Sumut Masih Tumbuh 3,53 Persen

Medan – Pertumbuhan kredit perbankan konvensional Sumatera Utara pada triwulan I 2016 masih hanya naik 3,53 persen secara “year on year” atau menjadi Rp172,10 triliun. “Memang masih bertumbuh ren­dah karena baru pada semester II 2016, penyaluran kredit diperkirakan lebih besar,” kata Kepala Bagian informasi dan Dokumentasi, Otoritas Jasa Keuangan Regional (OJK) Re­gional 5 Sumatera, Saryo, Rabu (22/6).

Masih belum besarnya per­tum­buhan penyaluran kredit per­bankan di triwulan I dampak masih belum ber­jalan bagusnya perekonomian dampak krisis global. Syukur, katanya, kredit bermasalah perbankan di triwulan I masih tetap di bawah lima persen meski sudah naik dari periode sama tahun 2015 atau menjadi 3,09 persen. “Yang disyukuri juga, peng­himpunan dana pihak ketiga (DPK) mengalami peningkatan hampir lima persen atau 4,84 persen menjadi Rp186,27 triliun,” ucapnya.

Saryo mengakui, tahun ini pertumbuhan kredit perbankan Sumut diharapkan bertumbuh pada kisaran 12-14 persen. Pertumbuhan kredit diharapkan dari adanya pe­ningkatan kegiatan ekonomi tahun ini yang akan lebih tinggi dibanding tahun 2015.

Namun, melihat kondisi triwulan I yang masih tumbuh kecil ada kekhawatiran target itu tidak tercapai atau hanya di bawah 12 persen. Kepala BI Provinsi Sumut, Difi A Johansyah mengatakan, adanya momentum Lebaran disusul Natal dan tahun baru diharapkan bisa meningkat kan penyaluran kredit di semester II 2016.

Adanya kebijakan BI untuk me­nurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 7,5 persen sebelumnya, juga menjadi dukungan kuat untuk peningkatan kredit. “Penurunan BI Rate juga akan mendorong perekonomian tahun 2016,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, kenyatanya serapan terbesar kredit masih ke sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan hotel dan restoran (PHR) yang sekaligus merupakan penopang ekonomi daerah itu.
(ant)