Narkoba Sama dengan Radikalisme dan Terorisme

Medan – Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian menyampaikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba mengancam kedaulatan Negara Republik Indonesia. Hal ini sama seperti radikalisme dan terorisme.

Menurut Baharuddin, nusantara saat ini sedang mengalami sakit, penyakit tersebut yaitu radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba. Radikal tidak menjadi persoalan jika hal itu mengarah kearah yang positif, artinya tidak menggangu orang lain, begitu juga narkoba akan jadi masalah jika disalahgunakan.

“Penyakit tersebut harus dibasmi secara bersama-sama,” katanya saat membuka Road Show Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Pelajar Angkatan VII tahun 2017 di aula sekolah SMK 1 Desa Sukaraja Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, kemarin.

Kegiatan berlangsung sehari ini melibatkan 150 orang pelajar SMA/sederajat berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Batubara. Pria yang akrab disapa Bahar ini menyebutkan, semua harus aktif memerangi peredaran narkoba, karena barang haram tersebut bisnis besar para mafia yang akan mengancam generasi bangsa ini.

Begitu juga radikalisme, tambahnya, kadang hal tersebut juga dipicu oleh ketidakadilan pemerintah, kesenjangan sosial, adanya korupsi, nepotisme. Sebagai negara besar kata dia memang tidak gampang mengurus semua ini, namun membiarkan korupsi itu terjadi juga bagian dari radikalisme.

Ia menyebutkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba lebih berat mengancam kedaulatan negara. Sebab jelas Kadisporasu, narkoba bukan hanya merusak generasi bangsa. Tapi juga masuk ke semua elemen masyarakat, mulai dari masyarakat tingkat atas sampai kalangan bawah.

Menurutnya, Sumut masuk dalam peredaran gelap narkoba, sepanjang pantai Timur Sumut selama ini sering dimanfaatkan mafia untuk pemasokan narkoba.

“Ini sangat berbahaya karena pemasok barang haram itu memanfaatkan pengangguran untuk peredaran narkoba di Sumut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya di Batubara untuk memerangi peredaran narkoba.

Radikalisme dan terorisme lahir karena ketidakpuasan psikologis sekelompok orang terhadap kebijakan pemerintah.

(bambang nl/ril)