Masih Banyak Ditemukan Masalah Pelayanan Kesehatan di Kota Medan

Sarasehan layanan kesehatan di Kota Medan.

Masalah pelayanan kesehatan baik itu tingkat Rumah Sakit maupun Puskesmas kerap ditemui masalah. Walaupun pemerintah sudah berupaya keras untuk berkomitmen dalam mengatasi dan melakukan perbaikan. Namun masalah-masalah tersebut sampai hari ini belum semuanya bisa diatasi sehingga masyarakat kerap mengeluh dan melakukan pelaporan kepada pihak terkait.

Namun tidak sedikit masyarakat yang diam atas masalah tersebut sehingga upaya melakukan perbaikan pelayanan sangat sulit diselesaikan sehingga perbaikan tidak sepenuhnya dapat di deteksi kecuali dilakukan riset dan wawancara.

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsaka) Sumatera Utara melakukan penelitian terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hasil dari riset tersebut mengatakan bahwa diatas 50% pelayanan kesehatan baik.

Hal ini disampaikan dalam acara sarasehan perbaikan pelayanan kesehatan di Kota Medan yang digelar oleh Fitra Sumatera Utara di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (4/12).

“Umumnya sudah baik. Kita melakukan riset ini menggunakan beberapa kriteria. Diantaranya terkait dengan masalah Informasi, administrasi, ketersediaan obat, ketepatan waktu pelayanan serta keramahan pelayan. Dan lain sebagainya. Namun masih banyak masalah yang harus diselesaikan,” terangnya.

Sejalan dengan itu Dr. Kusbianto menuturkan banyak ditemukan masalah dalam pelayanan kesehatan diantaranya lambat dan kurangnya pihak Puskesmas dan Rumah Sakit dalam menerima dan menanangani pasien di meja administrasi.

“Diantara masalah yang kita temukan adalah layanan administrasi yang cenderung lambat saat menerima pasien. Kemudian waktu layanan yang harus menunggu berjam-jam serta Informasi bagi masyarakat tentang dokter yang dikenakan sanksi karena melakukan mal praktek bahkan masih ada yang tetap praktek,” terang Kusbianto.

“Kemudian adalah yang tidak kalah penting adalah layanan terhadap kaum disabilitas sering terabaikan serta akses terhadap sarana sangat minum. Dan juga banyak ditemukan dokter di Puskesmas yang tidak memberikan pasien, tapi hanya menanyakan keluhan mereka,” tandasnya. (Vii)