Lindungi Konsumen, Broker Properti Harus Tersertifikasi Profesi

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggriono Sutiarto.Netty

Medan | Jurnal Asia
Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggriono Sutiarto menegaskan, broker properti di Sumatera Utara (Sumut) harus berbenah dan memiliki sertifikasi profesi. Apalagi, kegiatan properti semakin tumbuh sangat pesat.

Tentunya, kata Veri, harus ada undang-undang pelaksanaan yang mengatur tentang kegiatan para broker. Seyogyanya, sebagai pelaku usaha khususnya harus mengetahui ada aturan yang mengawal tentang usaha tersebut.

“Broker-broker properti harus memiliki sertifikasi di dalam melakukan usaha. Kita tahu, banyak pelanggaran yang dilakukan broker-broker misalnya, konsumen sudah memberikan uang muka dititipkan ke broker dan mereka kabur. Ini melanggar undang-undang properti dan ini yang akan kita antisipasi,” katanya di acara FGD Pembinaan Pelaku Usaha di Bidang Jasa, Selasa (14/5).

Dengan adanya sertifikasi, sambungnya, jika ada pelanggaran maka akan lebih gampang mendeteksi. Keuntungan dari sertifikasi ini, paling tidak konsumen terjamin, jika ada kerugian bisa langsung ditindak ke broker yang menanganinya.

Saat ini, di Indonesia sudah banyak broker properti yang tersertifikasi diantaranya di Jakarta, Bali, Jawa Barat dan Batam. Di  Sumut baru mulai karena baru terbentuk
Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dan informasi ada sekitar 500 broker.

“Kami tidak akan mempersulit para broker untuk mengurus sertifikasi dan itu gratis dilakukan  secara online. Nantinya, akan adanya sanksi administratif dan sanksi pidana ancaman 4 tahun penjara dengan denda Rp10 miliar bagi yang melanggar,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPD AREBI Sumut, Leo Mulijono menambahkan, AREBI sudah ada di Indonesia sekitar 20 tahun. Sedangkan di Sumut baru terbentuk dan ada 13 perusahan yang sudah bergabung dan  6 yang baru mendaftar .

Ia menambahkan, akan ada rencana sertifikasi broker properti pada Juli mendatang. Ditargetkan, secara personel akan diikuti sekitar 30 orang namun melihat respon yang positif dari broker, pihaknya optimistis lebih dari 30 broker yang akan mengikuti sertifikasi.

“Ini akan dipermudah dan setahu kami, dengan pengalaman selama ini akan gampang mereka lewati. Di Medan belum banyak, ada satu atau dua broker yang sudah tersertifikasi dan itu yang berpengalaman di Jakarta dan kembali ke Medan,” tandasnya.(nty)