Judi dan Sabu Sangat Merusak Generasi Muda di Medan, Kapolrestabes : Kita Tindak!

 

3 mesin judi jackpot yang diamankan di lokasi narkoba Jalan Denai Gg Jati. Ist

Medan | Jurnal Asia
Narkoba jenis sabu dan judi tampaknya saling berpaut. Dimana ada lapak sabu maka disitu juga ada arena judi. Kondisi ini tentu saja sangat meresahkan masyarakat dan daya rusaknya sangat parah. Senin (13/1/2020).

Hal ini terlihat setiap petugas kepolisian melakukan penggerebekan di sarang narkoba, hampir selalu juga ditemukan lapak judi khususnya jenis jackpot/dingdong atau jenis perjudian lainnya.

Salah seorang pria bernama Edhie (36) warga Medan, yang resah dengan keberadaan sabu dan judi ini mengatakan keberadaan judi menjadi permainan yang mengasyikan bagi pecandu sabu.

“Kalau sudah isap sabu, asyiknya memang main judi, itu pecandu sangat suka, efek sabu bisa membuat mereka berhari-hari tahan gak tidur gak makan, main judi aja. Tapi efeknya sangat merusak, kerja terbengkalai, dah pasti uang habis, semua barang digadai, akhirnya mencuri buat resah keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap agar berbagai pihak terutama pihak kepolisian agar dapat menekan peredaran sabu di Medan. “Pelaku kejahatan sekarang merampok bukan karena duit, karena lapar, tapi karena sabu,” jelasnya.

Mirisnya lagi, peredaran sabu ini juga hampir menyeluruh di penjuru Kota Medan, mulai dari wilayah inti kota hingga ke pedesaan, pinggiran kota Medan. “Kita sangat khawatir anak-anak generasi muda terkena sabu ini, hancur kalau udah kena,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir mengatakan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang terjadi di Medan.

“Penggal dari atas, artinya tangkap seluruh bandar besarnya (judi dan sabu). Otomatis jika sudah ditangkap, praktik perjudian tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan bagi adanya oknum polisi yang terlibat pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas.(wo)