Jalankan Program 1092 Dengan Maksimal, Kapolrestabes Janjikan Umrah ke Personel

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan Program 1092. Ist

Medan | Jurnal Asia
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto akan memberikan reward terhadap personel yang berhasil menjalankan program 1092.

Reward atau penghargaan itu berupa ibadah umrah bagi yang muslim dan perjalanan ibadah bagi non muslim.

“Setiap penugasan akan selalu dianalisa dan evaluasi. Tentu akan terjadi kompetisi dan perhitungan, ungkapnya didampingi, Kasat Intel AKBP Masana Sembiring dan Kasat Binmas, AKBP Rudi HR dalam diskusi Ngobrol Santai (Ngobras) Wartawan Unit Polrestabes Medan, Kamis (10/1) di Media Center Polrestabes Medan.

Ia melanjutkan, reward dan punishment akan diterapkan dalam program ini. Rencananya akan diberikan penghargaan berupa umroh bagi yang beragama muslim dan perjalanan ibadah bagi yang non muslim.

Dikatakannya, program 1092 Polrestabes Menyatu dengan masyarakat ini merupakan hasil perhitungan jumlah kegiatan yang dilakukan personel (perwira) yang ditunjuk. Ada 273 perwira yang ditunjuk dan harus melakukan minimal 4 kegiatan dalam sehari. Hasil perkalian angka terseblah yang menjadi cikal bakal program 1092.

“Tujuan program ini adalah melaksanakan fungsi pre-emtif dan deteksi dini. Pre-emtif untuk membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh negatif. Sedangkan deteksi dini diharapkan mampu mendapat informasi secara cepat dari masyarakat,”katanya.

Sedangkan konsep secara global program 1092 ini, bagaimana polisi dan masyarakat punya persepsi yang sama dengan masyarakat untuk menciptakan situasiĀ  Kamtibmas yang kondusif. Mendukung pelaksanaan fungsi Binmas dengan pencegahan yang baik masyarakat semakin kuat.

“Tentu pelaksanaan program ini memerlukan dukungan dari semua pihak termasuk membangun kemitraan,”kata Kapolrestabes.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes juga menyampaikan masalah hoaks dan cara mengantisipasinya. Cara yang bisa dilalukan untuk mengantisipasi hoaks adalah dengan turun ke lapangan untuk menerima konfirmasi dari masyarakat terkait berita bohong tersebut.

Selain itu, proses penegakan hukum bagiĀ pelaku penyebar hoaks juga harus dilakukan. Begitu juga dengan sosialisasi kepada masyarakat bagai mana cara menggunakan media sosial (medsos) yang sehat.

“Mengajak pihak lain untuk mendukung dan mensosialisasikan tolak penyebaran hoaks. Dan yang tak kalah penting salah satu tempat yang dipercaya untuk mengetahui berita itu hoaks atau tidak adalah media,” katanya.

Obrolan yang berlangsung hangat dan santai ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah-tamah. (wo/net)