IPW Sumut Laporkan Oknum Caleg ke Polrestabes Medan Diduga Gunakan Ijazah Palsu

IPM Sumut melaporkan oknum Caleg ke Polrestabes Medan. Ist

Medan | Jurnal Asia
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumatera Utara (Sumut) mendatangi Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan,  Selasa (9/7/19).

Kedatangan mereka untuk melaporkan oknum Caleg berinisial KS terkait pengunaan ijazah diduga palsu saat mendaftar menjadi calon anggota legislatif (caleg) DRRD Sumut dari PAN Dapil Sumut I, Medan B. Berkas laporan diserahkan Ketua 1 IPM Sumut, M Haris Abdillah ke Kasium Polrestabes Medan.

Ketua IPM Sumut M Haris Abdillah menyampaikan laporan dugaan pelanggaran pidana terkait keabsahan ijazah yang disampaikan ke Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto tertuang dalam Nomor : A.2-II/PW.IPM-0116/2019.

“Melaporkan dugaan pelanggaran pemilu dimana kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwasanya Kuat Surbakti (KS) Caleg dari Partai PAN (Partai Amanat Nasional) dapil Sumut I, Medan B ke Polrestabes Medan atas dugaan pemalsuan ijazah SMA PGRI 12 Medan yang dulunya di Sunggal (sekarang pindah ke Marelan),” kata Haris didampingi Bram Mulia Sekretaris Umum IPM Sumut.

Ia mengatakan terkuaknya keabsahan ijazah KS setelah pihak IPM Sumut menerima laporan masyarakat pada Maret 2019. Pihaknya mendapat laporan ini lalu melakukan penelusuran lebih lanjut.

Hasilnya, lanjut  Haris diduga kuat ijazah SMA atas nama terlapor berinisial KS diragukan keasliannya atau diduga palsu.

“Bahwa ada indikasi ketidakbenaran riwayat pendidikan di SMA swasta PGRI 12 Medan selama menjalani pendidikan, ketidakbenaran tersebut sangat jelas dikarenakan nomor induk yang dimiliki saudara Kuat Surbakti yaitu 262 adalah atas nama saudara Anthon Biantoro,” terangnya.

Haris mengatakan dengan adanya temuan ini pihaknya lantas mengambil sikap dengan melaporkan yang bersangkutan ke Bawaslu Sumut dan KPU Sumut terkait dugaan kecurangan Pemilu.

“Mengingat IPM organisasi yang concern terhadap dunia pendidikan, dan perbuatan yang bersangkutan telah mencoreng dunia pendidikan,” katanya.

Tak berhenti sampai disitu, lanjut dikatakan Haris pihaknya juga melaporkan temuan itu ke Kapolrestabes Medan lantaran adanya dugaan tindak pidana pemalsuan data otentik.

“Kami mengharapkan KPU dan Bawaslu menindak tegas, dan kita harap juga Polrestabes Medan mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum tersebut,” tandasnya berharap.(wo)