Indonesia Pernah jadi ‘Role Model’ Kerukunan Umat Beragama Dunia

Medan – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin menegaskan, derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik. Bahkan pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi role model kerukunan di dunia karenanya hal tersebut harus dipertahankan.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan kunjungan silahturahmi ke simpul-simpul umat beragama yang besar di antaranya Kantor GPI, Walubi, Matakin dan Parisada Hindu Dharma.

Dan untuk kali ini, ia bersilaturahmi ke HKBP Pearaja Tarutung, Taput Sumut sekaligus menghantarkan sahabatnya baiknya Politisi senior anggota DPR RI Effendi MS Simbolon pulang kampung.

“Silahturahmi dan dialog antaragama ini sangat penting, bukan untuk membeda-bedakan satu agama dengan agama yang lain tetapi mencari persamaan. Kita berbeda, mari kita hidup berdampingan secara damai di Indonesia yang majemuk karena meski kita berbeda kita tetap bersaudara,” katanya disela kunjungan di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Selasa (5/12).

Diakuinya, diantara umat beragama yang sering “bermasalah” adalah antara Islam dengan Kristen dan itu terjadi dikelompok minoritas. Jika ada masalah antaragama, marilah kita rajut kerukunan dari lingkaran Islam dan Kristiani.

“Dialog agama tidak melewati kebaktian peribadatan masing-masing agama. Dalam Islam, bagimu agamamu dan bagiku agamaku maka dari itu seyogianya mari kita menggembirakan perayaan upacara hari besar masing-masing tapi tetapi tidak perlu melewati peribadatan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan HKPB Ephorus Dr Darwin Lumban Tobing mengatakan, HKBP sangat mengapresiasi atas kehadiran Din Syamsuddin. Yang dirinya ketahui, beliau adalah pemersatu kerukunan umat beragama secara nasional yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo.

Politisi senior anggota DPR RI Effendi MS Simbolon pulang kampung Effendi MS Simbolon mengapresiasi tinggi kehadiran dari Din Syamsuddin. Apalagi, kita bisa melihat toleransi antara umat beragama dan etnik di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sumut ini bisa menjadi role model untuk di Indonesia terkait telorensinya. Dengan adanya dialog ini tentunya akan memberikan kekondusifan, keharmonisan dan nantinya perbedaan tidak akan memecahbelahkan persatuan NKRI,” tandasnya.

(netty/ril)