FPPA Sumut : Penting Menjaga Psikologis dan Nama Baik Korban

Medan | Jurnal Asia
Aktivis Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) Sumatera Utara (Sumut), Iis Soleha mengkritik pihak Kepolisian dan media yang menitikberatkan publikasi prostitusi online pada dua nama artis, VA dan SA. Namun sebaliknya, tidak mengungkap secara gamblang muncikari dan penyewa jasa tersebut.

“Saya menilai ini kurang tepat di mana hanya menampilkan dua nama orang saja, namun tidak diungkap siapa yang menyewa serta muncikarinya. Kemudian saya rasa media juga terlalu membesar-besarkan kasus ini dengan menyoroti kedua artis tersebut,” kata Iis, Senin (7/1).

Menurutnya, publikasi kedua dua nama artis tersebut ke hadapan publik dapat mengganggu psikologis serta nama baik mereka ditengah masyarakat.

“Padahal menggemborkan kasus tersebut kehadapan publik oleh media sangat berdampak secara psikologis serta mengakibatkan nama kedua artis itu menjadi rusak. Apalagi kemudian kepolisian membebaskan keduanya karena tidak dapat dijerat secara hukum. Hal ini kan sesuatu yang sangat disayangkan,” terangnya.

Ia berharap, media tidak usah terlalu membesar-besarkan kasus tersebut dan supaya memberitakannya secara proporsional.

Ia menilai ada bias gender dalam pengungkapan kasus tersebut karena pengusaha yang disebut menyewa langsung dilepaskan sehingga kasus ini semakin membuat tidak jelas modus dan serta jaringan prostitusi tersebut.

Senada dikatakan Sierly Anita dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH-APIK) berharap supaya Kepolisian lebih transparans dalam mengungkap sebuah kasus.

“Kemarin pihak kepolisian sempat mengungkapkan salah seorang pengusaha dalam kasus tersebut dan mengaku bukan sebagai mucikari. Namun belakangan hilang dan tidak terlalu diungkap lagi. Untuk itu kita berharap agar kepolisian harus lebih transparan dalam mengungkap kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi supaya masyarakat mengetahui yang sebenarnya,” ucapnya.

Ia berharap supaya pihak kepolisian lebih bekerja keras dalam menyelidiki dan mengungkap sindikat perdagangan orang tersebut.

“Siapa yang menjadi muncikarinya supaya kasus-kasus perdagangan manusia tersebut dapat diselesaikan,” tandasnya.(vii/net)