Ditlantas Sumut Diminta Berikan Data Kendaraan Bermotor

Medan – Direktorat Lalu Lintas (Dit­lantas) Polda Sumatera Utara diminta memberikan da­ta yang akurat mengenai jumlah ken­daraan bermotor yang tere­gis­trasi di daerah itu, teru­tama kendaraan yang aktif.

Dalam rapat dengan Direk­torat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut di Medan, Selasa (10/1), anggota Komisi C DPRD Sumut Muslim Simbolon mengatakan, sangat disayangkan belum per­nah didapatkan data yang akurat mengenai jumlah kendaraan bermotor di provinsi itu.

Padahal data tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak kendaraan bermo­tor yang menjadi “primadona” dalam PAD Pemprov Sumut.

“Kita ingin tahu, datanya berbanding lurus atau tidak, atau justru ada kebocoran (dalam pajak kendaraan bermotor),” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku merasa miris dengan data di Ditlantas Polda Sumut, apalagi tidak terkoneksi dengan Dinas Pendapatan Dae­rah Sumut.

Pihaknya mengharapkan Dit­lantas Polda Sumut dapat mengakuratkan data tersebut, terutama kendaraan yang masih pro­duktif agar tidak menimbul­kan potensi kebocoran.

Akurasi data kendaraan ber­motor itu sangat penting karena menjadi “napas” dalam PAD Sumut dan untuk meng­hilangkan kesan tuding-tudingan dengan Dinas Pen­dapatan Daerah Su­mut.

Apalagi belum lama ini, ada program peremajaan taksi de­ngan menjadikan sejumlah taksi menjadi mobil pribadi dengan pelat hitam.

“Informasinya, buku hitam (BPKB)-nya diperjualbelilan, kalau tidak salah Rp15 juta,” katanya.

Dirlantas Polda Sumut Kom­bes Pol Raden Heru Prakoso mengakui, pihaknya belum bisa memberikan data kendaraan bermotor yang 100 persen aku­rat karena tidak memiliki da­ta kendaraan yang masih ope­rasional.

Penyebabnya cukup beragam, seperti adanya pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak dan adanya kendaraan yang hilang tetapi tidak pernah dilaporkan sehingga data kendaraan lama dan baru tidak sinkron. (ant)