Dirikan Peternakan di Lahan Garapan Lau Dendang, Pria Berbaju Loreng Datang Robohkan Bangunan Hingga Rata !

Tembok bangunan yang roboh. Ist

Medan | Jurnal Asia
Memanfaatkan lahan kosong di lahan garapan Dusun I Kamboja Desa Lau Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan malah berujung keributan.

Seperti yang dialami M Mulkhan yang kaget begitu mendapat kabar dari pekerjanya bahwa bangunan dirusak oleh sejumlah pria diduga berbaju loreng.

Selain pagar tembok seluas 575 meter yang baru dua hari dibangun rata dengan tanah. Kesal dengan tindakan itu, M Mulkhan mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkan para pelakunya.

Informasi dihimpun wartawan Kamis (14/3), aksi pengerusakan terjadi Rabu (13/3) pagi sekira pukul 10,00 WIB. Sebelum pengerusakan terjadi, delapan pekerja (tukang) sedang mengerjakan pemasangan pagar tembok dilokasi lahan 25×23 meter itu.

Tiba-tiba delapan orang pria datang ke lokasi. Disitu para pelaku melarang para pekerja untuk mendirikan bangunan diatas lahan tersebut. Mendengar itu dan tak ingin terjadinya keributan, lantas para tukang itu pun memilih untuk pergi meninggalkan lokasi.

Setelah para pekerja pergi, pelaku dengan membabi buta menghancurkan bangunan tembok pagar yang telah dikerjakan selama dua hari oleh para tukang.

Dilokasi, aksi pengerusakan itu pun dilihat oleh warga hingga warga yang tinggal dilokasi itu pun ketakutan. Usai merusak selanjutnya para pelaku pergi meninggalkan lokasi.

Seorang pekerja berinisial JR kepada wartawan menuturkan dirinya tidak melihat langsung pengerusakan yang dilakukan oleh para pria itu. Namun sebelum pengerusaakan terjadi dirinya diperintahkan pelaku agar jangan melanjutkan pengerjaan bangunan pagar tembok.

“Lantas saya dan tujuh orang tukang lainnya disuruh pergi dari lokasi. Selain itu mereka juga memaksa kami untuk memberitahu siapa orang yang menyuruh membangun diatas tanah tersebut” ujarnya.

Terpisah, atas pengerusakan itu pemilik bangunan M Mulkhan mengaku menderita kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 Juta.

Korban yang tidak terima atas pengerusakan ini berkeinginan keras akan membawa persoalan itu ke pihak berwenang.

“Rencananya saya akan berternak ayam dilahan kosong itu. Dari pada lahan itu kosong, makanya saya manfaatkan. Saya tidak tahu apa masalahnya kenapa para oknum itu melakukan pengerusakan hingga menghancurkan seluruh pagar tembok,” katanya.

“Dalam hal ini jelas saya dirugikan dan saya tidak terima bahkan akan membawa hal ini ke pihak yang berwenang,” pungkasnya.(wo)