Cegah Anggaran Pemilu Terbuang, Perhimpunan INTI Sumut Imbau Masyarakat Jangan Golput

Foto Bersama : Pengurus INTI, PINTI, YEC INati dan Gemainti foto bersama usai beri keterangan di Medan, Senin (15/4).Netty

Medan | Jurnal Asia
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Sumatera Utara mengimbau seluruh kalangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu 17 April 2019. Dengan tidak memilih (golput) maka akan berpeluang membuat uang negara untuk anggaran Pemilu terbuang sia-sia.

Sekertaris INTI Sumut, Tomi Wistan mengatakan, untuk Pemilu tahun ini, negara telah mengganggarkan sekitar Rp25,6 triliun. Bayangkan saja, jika masyarakat banyak yang golput maka anggaran tersebut terbuang.

“Pengalaman dari Pilpres dan Pileg tahun 2014 lalu yang golput itu sekitar 25-30 persen. Jika dihitung-hitung, dengan anggaran Rp25 triliun dan yang golput sekitar 30 persen maka menghamburkan uang sekitar Rp6,25 triliun,” katanya di Medan didampingi Ketua INTI Sumut, Anwar Susanto, Senin (15/4).

Jika uang Rp6,25 triliun tersebut digunakan untuk keperluan kesejahteraan masyarakat maka banyak masyarakat yang merasakan manfaat tersebut. Bisa saja digunakan untuk membangun jembatan, membangun infrastruktur dan lain sebagainya.

“Kalau ini bisa disadari bersama sehingga uang negara untuk Pemilu tidak terbuang sia-sia. Karena anggaran itu juga berasal dari masyarakat, jadi penggunaannya harus dioptimalkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain menghargai anggaran yang ada, katanya, dengan menggunakan hak pilih maka masyarakat sudah menutup peluang bagi oknum-oknum yang ingin menyalahgunakan hak pilih. Dengan begitu, pemimpin legislatif, senator ataupun presiden yang diinginkan bisa terpilih dan dapat memimpin negara dengan baik.

Karena itu, kata Tomi, masyarakat khususnya teman-teman dari komunitas perhimpunan INTI, PINTI dan seluruh sayap organisasi agar menggunakan hak pilihnya pada hari H Pemilu nantinya. Baik yang sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Khusus (DPK) ataupun belum terdaftar karena ada aturan yang diputuskan oleh MK dengan KTP elektronik sudah bisa memilih.

“Jadi tidak ada lagi alasan untuk kita tidak berperan aktif di dalam menggunakan hak pilih. Siapapun nanti yang terpilih, itu adalah pilihan rakyat yang terbaik,” tandasnya.

Hadir dalam siaran pers tersebut, Ketua Perempuan Indonesia Tionghoa Sumut, Nurni Angsana dan Sekretaris PINTI Sumut, Herlina. Kemudian, Sekretaris Young Entreprenuers Councill (YEC) INTI Sumut, Hendy Ong, Ketua Generasi Muda INTI (Gemainti) Sumut periode 1, Jopi dan Sekretariat Eksekutif INTI Sumut, Atek.(nty)