Bursa Calon Sekdaprovsu Mulai Memanas

Medan – Satu per satu nama-nama p­e­jabat senior Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) men­cuat yang lantas dirumorkan ba­kal mengisi jabatan Sekretaris Dae­rah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), menjelang akhir masa tugas Hasban Ritonga yang akan pensiun pada bulan Juni 2017 mendatang.

Kadis Pendidikan Sumut Ar­syad Lubis, Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BP­BD) Riadil Akhir Lubis, Kadis Lingkungan Hidup Hidayati, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Aspan Sopian Batubara, Kadis Kominfo Fitriyus, dan Staf Ahli Ekbang Binsar Situmorang adalah nama-nama pejabat senior yang muncul dan digadang-gadang elemen di Sumut sebagai pejabat yang pantas menduduki jabatan Sekdaprovsu tersebut.

Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pem­bangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari Sinik menyebutkan, sosok pejabat yang menduduki kursi jabatan Sekdaprovsu harus betul-betul punya rasa kepedulian, rasa inovasi, kreatif dan dinamis, dalam membantu Gubernur Sumatera Utara.

“Sekdaprovsu ke depan ini harus bisa seperti sosok Muhyan Tambose yang bisa menerima semua aspirasi, apakah itu dari SKPD dari lingkungan Pemprovsu maupun dari kalangan masyarakat. Untuk saat ini untuk bisa seperti Pak Muhyan belum nampak,” kata Azhari.

Pasca Sekda Muhyan Tambuse, kata Azhari, kinerja orang yang menduduki jabatan karir tertinggi di PNS tersebut kurang memuaskan.

“Mereka merasa ketakutan, kurang nyaman, merasa kurang peduli, tidak nyambung dan ada yang ditutup-tutupi. seperti zaman Pak Nurdin dan dan Pak Hasban. Kita Minta kedepan jangan ada lagi yang salah dalam proses penjaringan calon Sekdaprovsu, jangan ada gratifikasi, jangan ada kepentingan kepala daerah, gunakanlah kepentingan itu u­n­tuk kepentingan masyarakat. Mas­yarakat apa, masyarakat Sumut, kepentingannya apa, membangun. Jadi tidak ada kepentingan untuk pilkada,” katanya.

Sekdaprovsu ke depan lanjutnya, harus mempunyai visi dan misi sesuai RPJPD Provinsi Sumatera Utara, yang telah ditetapkan melalui Perda. “Jangan lari dari koridor yang ada, kalau pasti akan salah. Ka­lau pun dilakukan melui Fit and Proper Test lakukanlah sebaik-baiknya, semaksimal mungkin, jangan ada kepentingan. Kalaupun ada tiga orang yang diusulkan ke Mendagri, yang tiga ini siapa, harus transparan,” jelas Azhari lagi.

“Kalau menurut saya, pejabat senior yang bisa nyambung ke semuanya salah satunya Riadil, seorang perempuan namanya Hidayati, itu bisa nyambung, seperti kepada wartawan, DPRD, partai politik, elemen, ini yang paling penting. Satu lagi Arsyad Lubis yang kita nilai punya pola pikir yang maju, cuma kurang nyambung dengan komunitas, kalau yang lain saya fikir belum mampu.” (andri)