BPN Medan Fasilitasi Aspirasi Massa Bertemu Menteri, Akankah Harapan Warga Terwujud?

    Koordinator Lapangan Richard Lase optimis perjuangan warga Sari Rejo akan berhasil. Ist

Medan | Jurnal Asia
Usai bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan berjanji akan memfasilitasi warga Sari Rejo untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang di Jakarta.

Hal ini disampaikan Kepala BPN Medan Fahrul Husin Nasution dihadapan ribuan pengunjuk rasa, Kamis (17/1) sore.

“BPN Medan akan memfasilitasi warga Sari Rejo untuk bertemu dengan menteri, Senin tanggal 28,” ujarnya lewat pengeras suara.

Akan tetapi lanjut Fahrul, dalam pertemuan itu, pada intinya disampaikan, bahwa pihaknya bisa melakukan proses seperti tuntutan warga, kalau sudah ada keputusan penghapusan aset dari Kementerian Pertahanan.

Untuk itu, kata dia, BPN akan memfasilitasi agar, perwakilan warga Sari Rejo bisa bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang, guna membahas permasalahan ini.

“Seperti yang disampaikan bapak Kakanwil untuk bertemu dengan Kementerian. Sehingga Pak Menteri bisa menindaklanjutinya ke Kementerian yang lain, terutama Kementerian Pertahanan selaku yang memiliki aset,” jelasnya.

Karenanya, Fahrul mengimbau, agar warga Sari Rejo tidak perlu lagi melakukan aksi demonstrasi. Ia juga menyarankan, agar kasus ini, cukup diserahkan kepada perwakilan yang sudah dipercayakan warga.

“Bapak ibu sudah bisa tenang dan kembali kerumah masing-masing,” ucapnya.

Dengan akan dibawanya aspirasi warga ini ke Menteri Agraria dan Tata Ruang akankah harapan warga mendapatkan sertifikat hak milik (shm) dapat segera terwujud?

“Ya, mudah-mudahan ada hasilnya karena kita langsung menuju ke Kementrian,” kata Koordinator Lapangan Formas Sari Rejo Richard Lase.

Dalam pertemuan dengan Menteri nanti, ujar dia, dari 9 Lingkungan di Sari Rejo masing-masing akan dipilih 1 orang perwakilan untuk diberangkatkan.

Richard mengatakan jika pihaknya akan tetap melakukan aksi, sampai tuntutan terkabul. Namun sebutnya, untuk tindak lanjut berikutnya, masih akan menunggu hasil dari pertemuan warga dengan Kementerian terlebih dahulu.

“Aksi tetap ada, tapi kita menunggu hasil ke depan. Barangkali ada langkah-langkah lebih baik lagi, kita menunggu solusi dari BPN,” ujarnya mengakhiri.(wo)