BKSDA Sumut : Penjualan Satwa Langka Beralih ke Dunia Maya

Barang bukti satwa langka yang dilindungi.Ist

Medan | Jurnal Asia
Pelaku penjualan hewan dilindungi tampaknya beralih ke media internet dalam menjalankan aksinya.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya dAlam (BKSDA) Sumut Hotmauli Sianturi saat menghadiri konferensi pers pengungkapan penjualan hewan dilindungi di Polda Sumut, Jumat (11/1).

“Para pelaku sudah beralih melakukan penjualan satwa dilindungi lewat media sosial. Sebelumnya kita patroli ke hutan atau operasi transportasi bus atau truk. Ternyata sekarang telah bergeser ke dunia maya,” ucapnya.

Oleh sebabnya, aksi pelaku penjualan hewan via online itu harus segera diantisipasi oleh tim Cyber Patroli Polda Sumut.

“Kita apresiasi Poldasu yang bergerak cepat. Sehingga kita akan terus berkoordinasi, karena Polda memiliki teknologi dan SDM yang mampu menangani kasus seperti ini,” sebutnya.

Hotmauli berharap, hewan yang dilindungi ini dapat diselamatkan dan harus sehat hingga dewasa.

Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat yang menemukan satwa dilindungi untuk segera menghubungi BKSDA Sumut.

“Hewan-hewan ini nantinya akan kita latih di pusat perlindugan satwa Sibolangit. Karena di sana ada tiga dokter satwa dengan peralatan medis yang cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Arbain mengaku sengaja membuka akun facebook palsu jual beli satwa langka. Ia mengaku, hewan itu memang didapatkannya dari masyarakat.

“Jadi warga menemukan hewan dengan tidak sengaja. Terus saya minta dan beri imbalan. Sudah banyak yang saya jual, lutung 8 ekor, elang 6 ekor dan kucing akar 10 ekor,” imbuhnya.(wo/net)