Bincang Hangat Ivan Elisabeth Purba | “Sibuk Bukan Alasan Melupakan Keluarga”

Medan – Di tengah kesibukannya menjadi wanita karir, Ivan Elisabeth Batubara sadar bahwa keluarga adalah prioritas utama dalam hidupnya. Sebanyak apapun harta yang dicari dan sesibuk apapun waktu yang dihabiskan, semuanya akan berakhir dan kembali ke keluarga kecil.

Rektor Universitas Sari Mutiara ini me­ngaku, tak mudah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Namun, sebagai ibu dari tiga anak ini, ia yakin dengan sedikit waktu yang diluangkan untuk anak-anak dan diisi dengan kegiatan bermanfaat dan berkesan, hal tersebut tetap “menghangatkan” kehar­monisan keluarga.

“Sebagai ibu yang bekerja, bagi saya keluarga tetap nomor satu. Ada satu kebiasaan yang masih kami lakukan sampai saat ini yakni nonton bioskop dan setelahnya membahas film tersebut. Saya pikir cara seperti ini sangat efektif untuk mempererat hubungan,” katanya kepada Jurnal Asia, Minggu (15/4).

Selain meluangkan waktu khusus, katanya, hal penting lainnya untuk menjaga keutuhan keluarga adalah saling mengerti dengan komunikasi yang baik. Jika komunikasi berjalan lancar maka tidak ada rahasia antara anak dengan orang tua dalam arti anak dapat berbicara terus terang tentang apa yang dialami dan mengeluarkan pendapat tanpa rasa takut.

“Anak saya ada yang di Jakarta dan di Medan. Tentunya dengan komunikasi yang baik diharapkan anak-anak tidak akan terjerumus dengan pergaulan bebas meski jauh dari orang tua. Intinya sih saling percaya,” ujar wanita cantik ini.

Kebiasaan baik seperti ini, kata wanita yang hobi traveling tersebut, harus ditanamkan sedari kecil. Dengan begitu, sifat peduli dan menghormati sesama saudara ataupun keluarga akan dibawa hingga dewasa bahkan saat membina keluarga sendiri.

Menurutnya, berhasilnya sebuah keluarga bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, tetapi peran ayah dalam membimbing juga sangat dibutuhkan. Keduanya harus saling mengerti dan bersama-sama melakukan tanggung jawab.

“Bukan hanya ibu yang harus meluangkan waktu dan berkomunikasi dengan anak-anak, namun seorang ayah juga perlu melakukan itu. Bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan sehingga anak-anak tidak akan menjauh dan merasa nyaman serta akrab dengan ayahnya juga,” pungkasnya. (netty/put)