Bertikai Dalam Rumah Tangga | Suami Nyaris Bunuh Istri


Medan | Jurnal Asia
Hanya karena tak mau diajak pindah rumah, Hadi Rispai Lubis (40) nyaris saja membunuh istrinya dengan parang dirumahnya Jalan Kenari XVI, Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan.
Pertikaian dalam rumah tangga itu sudah sering terjadi. Namun puncaknya Senin (14/5) malam, pasangan suami istri (pasutri) itu terlibat pertikaian sengit dirumahnya. Disitu Hadi, suami dari Rahmayani (43), mengajak istrinya untuk pindah rumah.
Namun ajakan itu tidak mendapat respon dari istrinya justru malah menimbulkan kegaduhan antara kedua pasutri itu. Ketika kegaduhan itu berlangsung, disitu Rahmayani beranjak dari rumah menuju ke rumah saudara laki-lakinya yang tak jauh dari rumahnya.
Ternyata itu membuat Hadi berang dan tersulut emosi hingga mengambil parang dan martil lalu mendatangi rumah saudara laki-laki istriya itu. Setibanya disana, emosi pelaku yang semakin memuncak lantas memarahi istrinya dengan kata-kata kotor.
Tak terima, Rahmayani pun menjawab perkataan yang tak pantas dari suaminya itu bahkan saudara laki-laki korban yang mendengarnya, turut mencampuri persoalan keduanya. Lalu pelaku menarik paksa istrinya itu untuk pulang ke rumah hingga menjadi tontonan banyak warga di lokasi. Lantaran istrinya berontak diajak pulang, pelaku langsung mengayunkan parang yang dibawanya ke arah tubuh istrinya. Namun korban mengelak hingga melukai tangan kirinya. Karena membahayakan, warga pun lalu memberitahukannya ke pihak Polsek Percut Sei Tuan.
Tak lama sejumlah personil polisi datang kelokasi dan mengamankan pelaku berikut parang dan martil sebagai barang bukti. Selanjutnya pelaku diboyong ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sikap arogan pelaku terhadap istrinya diakui para tetangga dan bila bertikai pelaku kerap mengancam istrinya dengan senjata tajam. “Ngeri kali suaminya itu bang. Kalau sudah bertengkar, pelaku tak segan-segan mengancam istrinya dengan senjata tajam meskipun di depan warga,” sebut para si tetangga kepada wartawan di lokasi. Sementara Rahmayani mengatakan, jika pindah rumah dia kehilangan pekerjaannya sebagai buruh cuci. “Bukan saya tidak mau menuruti kata suami bang. Kalau pindah, sudah jelas saya kehilangan pekerjaan sebagai buruh cuci. Sedangkan saya bekerja, uangnya dapat menutupi biaya anak-anak sekolah. Karena penghasilan suami tidak dapat menutupi biaya semuanya. Itu pun pindahnya jauh dari tempat saya bekerja,” terang korban di kantor polisi.
Terpisah, pelaku membantah hendak membunuh istrinya sendiri. “Tidak ada saya berniat untuk membunuh. Saya hanya mengancam karena geram istri tidak menuruti kata suami. Justru istri saya sengaja tidak pulang dan lebih memilih ke rumah abangnya. Sementara saya mengajak pindah itu di lokasi lahan garapan. Tujuannya untuk mengembangkan ternak ayam yang saya tekuni sebagai pekerjaan,”kata pelaku kepada wartawan.
Hingga Selasa (15/5), pelaku kini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polsek Percut Sei Tuan, atas perbuatan yang dilakukannya terhadap istrinya itu.
(hendra/hut)