Beredar Video Virus Corona Masuk ke Medan, RSUP Haji Adam Malik : Itu Hoaks

 

Screenshot video yang menyebutkan virus corona masuk ke Medan yang belakangan informasi itu hoaks.

Medan | Jurnal Asia
Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Haji Adam Malik membantah kabar yang menyebutkan virus corona telah masuk ke Kota Medan. Jumat (14/2/2020).

Kabar masuknya virus corona itu disampaikan lewat rekaman video oleh seorang pria. Video berdurasi 49 detik itu beredar di grup WhatsApp (WA) dan media sosial di Kota Medan.

“Saya baru mendapat informasi dari rekan medis, bahwa penyakit Corona sudah masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara. Tepatnya pasien tersebut dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan,” sebut pria berkemeja hitam dan memakai masker tersebut.

Dengan yakin dia juga mengimbau seluruh warga untuk menggunakan masker keluar rumah dan menghindari kontak fisik jika menjenguk keluarga ke Rumah Sakit. Dia juga meminta untuk warga untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain saat diluar rumah.

Pihak RSUP Haji Adam Malik yang mendapatkan kabar itu secara gamblang menyampaikan kabar itu hoaks.

“RSUP Haji Adam Malik sampai saat ini belum ada merawat pasien suspect nCoV atau yang sekarang disebut Covid-19,” ungkap Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy, Jumat.

Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh pihak untuk tidak menyebarkan kabar hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat. Terkait dengan apakah RSUP Haji Adam Malik akan menempuh jalur hukum, Rosario mengatakan bahwa pihaknya akan masih mengkaji lebih jauh.

“Saat ini RSUP H Adam Malik sedang mengkaji opsi menempuh jalur hukum dengan melihat situasi dan kondisi sejauh mana video tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat,” ucapnya.

Senada, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah menegaskan bahwa yang disampaikan seorang pria dalam video itu adalah hoax atau berita bohong. Ia menyampaikan, jika saat ini belum ada satupun kasus COVID-19 ditemukan di wilayah Sumut.

“Kami tegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus COVID-19 di Sumut,” tegasnya.

Lebih lanjut Aris menjelaskan, bahwa hingga Kamis (13/2/2020), berdasarkan data WHO jumlah global COVID-19 mencapai sebanyak 46.997 kasus konfirmasi. Dimana di China terdapat 46.550 kasus konfirmasi, dan di luar China ada 447 kasus konfirmasi.

Sementara untuk kematian, di China telah terdapat sebanyak 1.368 kasus. Sedangkan untuk di luar China, sejauh ini hanya ada 1 kasus kematian saja, yakni di Filipina.

“Untuk Indonesia termasuk Sumut, sejauh ini belum ada satupun kasus konfirmasi,” pungkasnya.(wo)