Alat Kesehatan Langka di Pasaran, KPPU : Permintaan Sangat Tinggi

Masker di apotek kosong.Netty

Medan | Jurnal Asia
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan membantah produk alat kesehatan untuk penanganan virus corona (Covid-19) seperti hand sanitizer, masker dan alkohol diekspor. Langkanya produk alkes tersebut murni karena permintaan yang tinggi dari masyarakat.

“Belum ada kita temukan alkes tersebut diekspor dari Medan. Kalaupun ada pasti di periksa polisi,” kata Kepala Kantor Perwakilan KPPU, Medan, Ramli Simanjuntak, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga : Ledakan Gas Hancurkan Bangunan Cafe di Ramayana Plaza, 2 Orang Terluka

Ramli melanjutkan, sampai saat ini pihaknya terus menganalisis kenapa
hand sanitizer, masker dan alkohol langka di Medan. Hingga saat ini belum ditemukan penimbunan baik dari produsen, distributor, pengecer atau tindakan ekspor.

“Ini murni karena permintaan sangat tinggi, sudah sebulan lebih Jika ekspor, tidak ada laporannya dari Belawan dan kita terus memantaunya,” ujarnya.

Ramli memastikan, jika ada kedapatan melakukan penimbunan produk penanganan virus corona atau menjual dengan harga tidak wajar akan langsung ditindak tegas.

“Kami terus mengecek ke pasar, distributor, pabrikan ataupun pedagang. Jangan sampai ada prilaku persaingan tidak sehat, pasti akan berususan dengan KPPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan ekspor masker dari Indonesia ke negara mitra dagang di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19. Peningkatan terjadi mencapai hampir empat kali lipat.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Corona, 8 Perjalanan Kereta Api di Sumut Dibatalkan

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan ekspor masker masuk dalam golongan barang dengan kode HS 63, yaitu barang tekstil jadi lainnya. Nilai ekspor barang HS tersebut mencapai US$89,8 juta pada Februari 2020.

Sementara pada Januari 2020, nilai ekspor barang tekstil jadi lainnya hanya sebesar US$17,8 juta. Artinya, ada peningkatan ekspor mencapai US$72 juta atau empat kali lipat dari realisasi bulan sebelumnya.(nty)