Air PDAM Tirtanadi Kotor Berlumpur di Medan Amplas, LAPK Sumut Kritik Direksi yang Baru Dilantik

 

Sekretaris LAPK Sumut Padian Adi Siregar. Ist

Medan | Jurnal Asia
Kualitas air PDAM yang kotor dan berlumpur di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Denai, kembali menuai kritikan.

Sekretatis Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumatera Utara (Sumut) Padian Adi S Siregar bahkan secara gamblang mengkritik direksi baru PDAM Tirtanadi yang baru dilantik.

“Kecurigaan sebagian kalangan Direksi PDAM Tirtanadi baru dilantik tidak akan membawa pelayanan semakin baik, ternyata benar adanya, karena masih hitungan hari pasca dilantik yang terjadi justru kualitas air kotor dan berlumpur seperti yang terjadi di Medan Amplas dan Medan Denai,” ujar Padian.

Ia mengatakan gonjang-ganjing Direksi PDAM Tirtanadi yang baru tidak memiliki visi pro-pelayanan nampaknya terkonfirmasi terlihat dari fase awal kepemimpinannya.

“Tentu kualitas air yang kotor cukup disesalkan terjadi pada momen Ramadhan sekarang ini, bukan tidak mungkin kondisi manajemen pelayanan PDAM Tirtanadi bukan semakin baik, tetapi semakin buruk 4 tahun kedepan,” tudingnya.

Masalah lain juga sama peliknya yang tidak kunjung mengalami perbaikan, dikatakan Padian diantaranya losses (kehilangan pasokan air) yang tinggi hampir 30% per tahun, tentu perlu pembenahan mental/tanggungjawab pegawai dan respon cepat penanganan masalah.

Selain itu, lambatnya penanganan yang dilakukan ketika ada pengaduan terkait sambungan pipa bocor bahkan kadangkala terjadi di wilayah tempat tinggal pegawai/petinggi PDAM Tirtanadi menjadi hal penting untuk disikapi.

Serta, buruknya kesadaran pegawai untuk bertanggungjawab terhadap perusahan dan pelanggan ketika terjadi kebocoran sambungan pipa untuk segera diperbaiki merupakan “pekerjaan rumah” direksi PDAM Tirtanadi melakukan pembinaan SDM.

“Air yang keruh dan berlumpur mengharuskan pelanggan 2-4 hari sekali harus melakukan pembersihan bak/tong air memungkinkan 10-20 liter akan terbuang sia-sia setiap melakukan pembersihan. Jadi, ketika kualitas air baik PDAM Tirtanadi dapat melakukan penghematan pasokan air dan mengalihkan ke pelanggan lain atau menambah sambungan pelanggan baru,” terang Padian.

Oleh karenanya PDAM Tirtanadi, disebut Padian sudah selayaknya “berkaca diri”. Jangan gara-gara mengejar sambungan pelanggan baru, eh malah justru menelantakan pelanggan lama.

“PDAM Tirtanadi tidak seharusnya demi kepentingan profit semata, tetapi kualitas, kuantitas dan kontinuitas air tidak kunjung mendapat kepuasan dari pelanggan,” tandasnya.(wo)