Usai Kasus Khashoggi Mencuat, MBS Lakukan Tur ke Luar Negeri

Abu Dhabi | Jurnal Asia

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) melakukan kunjungan resmi ke luar negeri pertamanya sejak kemelut pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi mencuat. MBS memulai kunjungannya di Uni Emirat Arab (UAE) sebelum nantinya menghadiri G20 di Argentina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (23/11), dalam rangkaian kunjungannya yang dimulai pada Kamis (22/11) waktu setempat, MBS akan mendatangi negara-negara Arab yang menjadi ‘sahabat’ Saudi. Saudi Press Agency (SPA) tidak menyebut lebih lanjut daftar negara yang akan dikunjungi MBS.
Namun dilaporkan SPA bahwa kunjungan MBS ke luar negeri ini dilakukan atas permintaan ayahnya, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Kantor berita UAE, WAM, melaporkan bahwa MBS disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Mohammed bin Zayed saat tiba di Abu Dhabi pada Kamis (22/11) waktu setempat. UAE merupakan sekutu dekat Saudi dan bagian dari koalisi pimpinan Saudi dalam memerangi pemberontak Houthi di Yaman.

Di Abu Dhabi, kedua Putra Mahkota membahas perkembangan ‘kawasan dan internasional’ serta ‘tantangan dan ancaman yang dihadapi kawasan Timur Tengah’.

Secara terpisah, seorang sumber kepresidenan Tunisia menuturkan kepada AFP bahwa MBS dijadwalkan mengunjungi ibu kota Tunis pada Selasa (27/11) pekan depan.

Kunjungan MBS ke luar negeri ini dilakukan di tengah tekanan internasional yang mengarah pada Saudi terkait pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Khashoggi yang seorang wartawan senior dan kolumnis The Washington Post ini dikenal kerap mengkritik kebijakan Saudi juga MBS.

Otoritas Saudi telah mengakui Khashoggi dibunuh dan dimutilasi dalam aksi yang disebut sebagai ‘operasi liar’. Namun bocoran kesimpulan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menyebut adanya indikasi bahwa MBS merupakan pemberi perintah pembunuhan. Saudi telah menyebut kesimpulan itu ‘tidak benar’.

Dalam pernyataan menanggapi laporan itu, Presiden AS Donald Trump menyebut CIA belum mengambil kesimpulan akhir soal kasus Khashoggi dan menyatakan dukungan AS pada Saudi tidak akan pudar dalam menghadapi kemelut kasus Khashoggi. (dc-adp)