Tambah 81, Korban Meninggal Akibat Virus Corona Capai 717

 

Ilustrasi virus Corona.Ist

Beijing | Jurnal Asia
Jumlah korban meninggal akibat serangan virus corona di China melonjak menjadi 717 pada Sabtu (8/2/2020). Ini dipicu laporan terbaru yang dikeluarkan otoritas Provinsi Hubei yang melaporkan 81 kematian baru.

Jumlah korban meninggal ini lebih tinggi dari serangan virus Sindrom Pernapasan Berat Akut (SARS), yang menewaskan hampir 650 orang di daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.

Dalam laporan hariannya, komisi kesehatan Provinsi Hubei juga mengkonfirmasi 2.841 kasus baru di provinsi yang berada di China tengah, tempat wabah itu muncul pada bulan Desember lalu, menjadikan total kasus di provinsi ini menjadi 24.953. Dengan angka kematian terakhir, total korban meninggal di provinsi Hubei adalah 699.

Sebagian besar korban yang baru meninggal terjadi di Ibu Kota provinsi Hubei, Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal seperti dikutip dari Strait Times.

Wuhan melaporkan 67 kematian baru pada hari Jumat, naik dari 64 pada hari Kamis. Sebanyak 545 orang di Wuhan kini telah meninggal karena virus. Kasus-kasus baru yang dikonfirmasi di Wuhan meningkat 1.985 pada hari Jumat, naik dari 1.501 pada hari Kamis.

Sebelumnya sebuah penelitian telah menemukan bahwa 40 petugas layanan kesehatan terinfeksi virus Corona baru oleh pasien di satu rumah sakit Wuhan pada Januari. Temuan ini menggarisbawahi risiko bagi mereka yang berada di garis depan epidemi yang berkembang.

Satu pasien yang dirawat di departemen bedah diduga telah menginfeksi 10 petugas kesehatan, menurut makalah yang ditulis oleh dokter di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan dan diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (Jama) pada Jumat.

Tujuh belas pasien yang dirawat di rumah sakit karena alasan lain juga terinfeksi oleh virus Corona. Sebanyak 138 pasien terinfeksi virus dalam periode yang mencakup 1 Januari hingga 28 Januari, dengan penularan terkait rumah sakit terhitung 41 persen dari semua kasus.(nty)