HMI Sumut Desak Pemerintah Turun Tangan Atasi Kekerasan Terhadap Muslim Uighur

Massa Aksi sedang menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPRD Sumut. Ist

Medan | Jurnal Asia
Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi kemanusiaan solidaritas terhadap muslim Uighur di Xinjiang China.

Aksi unjuk rasa digelar di tiga titik yakni di Bundaran Jalan Gatot Subroto Medan, Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol, dan Konsulat Jenderal (Konjen) China Jalan Balai Kota, Selasa (18/12). Massa menuntut agar Pemerintah Indonesia mengatasi kekerasan yang dialami Etnis Uighur.

“Kami meminta Indonesia turun tangan menyikapi kekerasaan terhadap Umat Islam Uighur karena telah melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) dan sesuai dengan UUD 1945 penjajahan diatas dunia harus dihapuskan dan memutuskan kerjasama dengan cina karena telah melanggar ketertiban dunia,” ungkap Pimpinan Aksi Wahid Rambe.

Menurutnya, apa yang dialami suku muslim Uighur di China merupakan persoalan pelanggaran HAM yang mengakibatkan dua juta muslim Uighur mengungsi di kamp pengungsian. Pemerintah China menganggap muslim Uighur sebagai kelompok ekstrimis yang membahayakan.

“Bahkan sebanyak 1 juta masyarakat Uighur di masukkan ke kamp konsentrasi re-edukasi,” ujarnya.

Badko HMI Sumut sangat menyayangkan Pemerintah China yang tidak menjunjung tinggi HAM. Wahid meminta pemerintah dengan cepat untuk segera turun tangan menanggapi persoalan Uighur karena telah melanggar HAM. (Vii/Wo)