Gempa di Perbatasan Iran-Irak | 323 Orang Tewas

Teheran – Kantor berita pemerintah Iran (IRNA) mengatakan angka kematian akibat gempa bumi di perbatasan Iran-Irak mencapai 332 jiwa. Mayoritas korban tewas berasal dari kota Sarpol-e-Zahab di sebelah barat Provinsi Kermanshah di Iran.

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter terpusat 31 kilometer di luar bagian timur Kota Halabja di Irak, menurut US Geological Survey. Dikutip dari AP, Senin (13/11), gempa dirasakan hingga jauh ke barat di Pan­tai Mediterania. Bagian barat Kermanshah berada di kawasan Pegunungan Zagros yang membelah Iran dan Irak. Warga di sana mengandalkan pertanian se­bagai mata pencarian utama.

Negara tetangga Turki sudah mengirimkan per­sonel bantuan ke kawasan utara Irak menyusul gem­pa tersebut. Pejabat Turki menyampaikan simpati men­dalam akibat gempa

PM Turki Binali Yildirim mengatakan sudah mengambil tindakan segera untuk memberikan bantuan medis dan makanan ke bagian utara Irak. Vice President Palang Merah Turki, Kerem Kinik, mengatakan dari perbatasan Habur 33 truk bantuan sudah menuju Kota Sulaimaniyah di Irak. Truk membawa 3.000 tenda dan pemanas, 10 ribu tempat tidur dan selimut juga makanan.

Militer Turki juga sudah menerbangkan pesawat kargo membawa bantuan ke Irak. Sementara Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan siap mendukung Iran jika memang diminta.

Gempa yang mengguncang wilayah pegunungan perbatasan Iran-Irak tersebut telah memicu tanah longsor, yang menghambat upaya penyelamatan. “Sulit untuk mengirimkan tim-tim penyelamat ke desa-desa karena jalan-jalan telah terputus … ada tanah longsor,” tutur kepala layanan darurat Iran, Pir Hossein Koolivand.

Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan, 30 tim Palang Merah telah dikirimkan ke zona gempa, yang sebagian mengalami putusnya aliran listrik akibat gempa.

Sementara di Irak, gempa ini dilaporkan menewaskan enam orang di provinsi Sulaimaniyah dan melukai sekitar 150 orang.

Getaran gempa ini juga dirasakan di wilayah Turki tenggara. Di kota Diyarbakir, warga setempat dilaporkan berlarian keluar dari rumah-rumah mereka saat gempa terjadi.

Perdana Menteri Irak Haider al Abadi menulis di akun Twitter-nya kalau dia telah menginstruksikan tim pertahanan sipil serta Badan Kesehatan dan Bantuan agar melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu korban.

Sementara, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengirim sebuah pesan belasungkawa dan mendesak bantuan militer dan sipil untuk dikirim ke korban gempa. Guncangan juga dirasakan di Pakistan, Lebanon, Kuwait, dan Turki.

Iran, yang duduk di garis sesar utama antara lempeng Saudi dan Eurasia, telah mengalami gempa mematikan sebelumnya. Pada tahun 2005 sebuah gempa berkekuatan 6,4 mengguncang kota Zarand di provinsi Kerman tenggara. Gempa itu menewaskan sedikitnya 400 orang.

Pada tahun 2012 lalu, sepasang gempa mengguncang barat laut Iran yang menewaskan sedikitnya 300 orang. Namun, gempa yang paling mematikan dalam ingatan terakhir terjadi pada tahun 2003. Gempa berkekuatan 6,6 SR itu menewaskan sekitar 31.000 orang. (jp/rep/dtc)