AS Tembak Gas Air Mata ke Imigran Ilegal

Perbatasan Diterobos

Washington DC | Jurnal Asia
Kerusuhan pecah di perlintasan perbatasan paling sibuk di Amerika Serikat (AS), San Ysidro, saat ratusan imigran asal Amerika Tengah berusaha memanjat pagar perbatasan secara ilegal. Dampaknya, perlintasan San Ysidro sempat ditutup beberapa jam dan gas air mata ditembakkan.

Dituturkan sejumlah pejabat AS, seperti dilansir Reuters, Senin (26/11/2018), arus lalu lintas di perlintasan San Ysidro untuk kedua arah yang menghubungkan antara San Diego di AS dengan Tijuana di Meksiko terpaksa ditutup selama beberapa jam pada Minggu (25/11) waktu setempat.

Penutupan perbatasan ini mengganggu aktivitas perdagangan di perlintasan darat paling sibuk di AS itu. Beberapa jam kemudian, sebut otoritas AS, perlintasan untuk pejalan kaki dan kendaraan telah dibuka kembali.

Insiden ini terjadi saat ketegangan di perbatasan AS dan Meksiko meningkat beberapa hari terakhir. Ribuan imigran asal negara-negara Amerika Tengah yang tiba dengan karavan, berkemah di sebuah stadion di wilayah Tijuana, sembari menunggu permohonan suaka mereka diproses AS.

Selama menunggu di Tijuana, para imigran yang kebanyakan dari Honduras itu menggelar aksi damai. “Kami bukan kriminal! Kami pekerja keras,” teriak para imigran dalam aksinya sembari mendekati pagar perbatasan AS. Kepolisian Meksiko meminta mereka untuk menunggu izin dengan sabar.

Pada Minggu (25/11) pagi waktu setempat, saat situasi sudah jelas bahwa mereka tidak akan mendapat izin masuk AS, para imigran merasa frustrasi. Kepolisian Meksiko berupaya membubarkan mereka namun malah memicu gelombang imigran yang berlari mendekati pagar perbatasan AS.

Beberapa dari imigran itu dilaporkan melanggar barikade dan nekat memanjat pagar perbatasan AS, bahkan ada yang memanjat pagar yang dipasangi kawat berduri. Mereka bergerak mendekati Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS yang kini didukung personel kepolisian militer.

Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS menyebut para imigran melemparkan sejumlah proyektil kepada mereka. Sebagai respons, para petugas penjaga perbatasan AS itu menembakkan sejumlah besar gas air mata. Helikopter milik pemerintah AS dan Meksiko terbang rendah di atas para imigran untuk membubarkan para imigran ilegal itu.

“Agen Patroli Perbatasan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kelompok (imigran) itu karena memberikan risiko pada keselamatan para agen,” demikian pernyataan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS.

Dalam pernyataan terpisah, pemerintah Meksiko menyatakan pihaknya telah mengambil alih kendali atas perlintasan perbatasan setelah nyaris 500 imigran berupaya menyeberang perbatasan AS ‘dalam cara yang kasar’.

Meksiko juga bersumpah untuk segera mendeportasi imigran Amerika Tengah yang nekat masuk ke AS secara ilegal.

Buka Kembali
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan sudah membuka kembali pintu perbatasan dengan Meksiko di San Ysidro, San Diego, California. Mereka menyatakan penutupan sementara terpaksa dilakukan karena sejumlah imigran nekat mencoba menerobos masuk ke wilayah AS, dari pos perbatasan Tijuana, Meksiko.

Sebagaimana dilansir AFP, Senin (26/11), pembukaan perbatasan dimulai dari jalur pejalan kaki. Kemudian lajur perlintasan kendaraan juga dibuka beberapa waktu setelahnya.

Pemerintah AS menyatakan tetap menyiagakan pengamanan berlapis di seluruh pos perbatasan dengan Meksiko. Mereka menempatkan petugas Bea Cukai, pasukan penjaga perbatasan hingga serdadu militer bersenjata lengkap.

Dalam insiden sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Meksiko Alfonso Navarette menuding sejumlah imigran nekat akan melintas ke Amerika Serikat secara ilegal. Sebab, mereka sudah menunggu sekian lama untuk penerbitan izin yang tak kunjung diterima. Alhasil, Meksiko juga mengerahkan pasukan untuk menjaga ketertiban di perbatasan. (dc-cnn-adp)

Teks FOTO: Imigran ilegal berusaha menghindari tembakan gas air mata dari penjaga perbatasan AS. // int