83.500 Positif, AS Jadi Pusat Pandemi Virus Corona

Presiden AS Donald Trump.BBC

Washington DC | Jurnal Asia
Pemerinta Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi kasus Covid-19 paling banyak dibanding negara-negara lain. Lebih dari 83.500 positif terinfeksi virus corona.

Dilansir dari BBC.com, angka terbaru yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, AS telah menyusul China (81.782 kasus) dan Italia (80.589).

Baca Juga : Pemerintah Datangkan 40 Ton Alat Kesehatan dari China

Tetapi dengan 1.200 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS tertinggal dari China (3.291) dan Italia sebanyak 8.215 kematian.

Tonggak sejarah yang suram ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja “cukup cepat”, setelah negara itu melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Kamis (26/3/2020), Trump mengatakan, mereka harus kembali bekerja, negara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu dan ia pikir itu akan terjadi dengan cepat.

“Kita dapat memanfaatkan bagian dari negara kita, kita mungkin mengambil bagian besar dari negara kita yang tidak begitu terdampak dan kita dapat melakukannya dengan cara itu,” katanya.

Baca Juga : Update Covid-19 di Sumut : Jumlah ODP 3080 Orang, Terbanyak di Deliserdang dan Medan

Saat ini, 21 negara bagian AS telah memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah mereka untuk mengatasi pandemi.

Presiden AS telah mengeluarkan kebijakan federal untuk menangani wabah, seperti Undang-Undang Stafford, yang memungkinkan pemerintah AS untuk menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk bantuan darurat.

Dia juga telah mengajukan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang akan memungkinkannya untuk menasionalisasi manufaktur guna menghasilkan pasokan medis.(nty)