USM Indonesia Gelar Konferensi Internasional

Bahas Riset dan Implementasi Perbaiki Kualitas Kesehatan

Medan | Jurnal Asia

Pembangunan berkelanjutan dalam rangka memperbaiki kualitas kesehatan memerlukan kolaborasi antar negara untuk sharing (berbagi) informasi.

“Para stakeholder di bidang kesehatan dan lainnya boleh berpikir secara global tapi berbuat lokal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di Indonesia,” ungkap Ketua Yayasan Sari Mutiara yang juga Anggota DPD RI Parlindungan Purba pada Konferensi Internasional pertama di bidang kesehatan atau first Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health (SaMICoH) di Medan, Rabu (10/10). .

“Bagaimana kita mengembangkan masalah kesehatan dan dilihat dari berbagai aspek, termasuk masalah lingkungan hidup,” ungkap Parlindungan Purba.

Karenanya, dia berharap pada Konferensi Internasional Pertama di Bidang Kesehatan kolaborasi antar negara tetangga semakin bagus. Konferensi ini dihadiri India, Bangladesh, Taiwan, Filipina, Malaysia, Laos dan lainnya.

Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dr. Ivan Elisabeth Purba, MKes menegaskan, tema konferensi ini membahas tentang riset dan implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam rangka memperbaiki kualitas kesehatan (Localizing the Sustainable Development Goals to Improve Health Outcomes: Research and Practice).

“Kegiatan ini merupakan panggilan yang mendesak untuk menyusun tujuan pembangunan berkelanjutan untuk mencapai keberhasilan agenda 2030,” katanya.

Menurut Ivan, tujuan pembangunan hanya dapat tercapai jika pemerintah dan lokal aktual sepenuhnya bekerja sama dalam pelaksanaan dan pemantauan agenda.

Konferensi ini akan memberikan forum untuk berbagi dan mendiskusikan kebijakan, pelaksanaan, desain, dan metode serta evaluasi dan pemantauan kemajuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” tambahnya.

Ketua Panitia Konferensi, Yenni Gustiani Tarigan SKM MSc menambahkan, secara umum, tujuan konferensi ini adalah untuk mengumpulkan para pakar multidisiplin dan praktisi dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengetahuan, ide-ide, pengalaman dan harapan di sekitar tantangan pembangunan berkelanjutan.

Pada kegiatan ini, berbagai hasil riset kesehatan dari berbagai pihak khususnya para dosen di USM-Indonesia, instansi pemerintah, mahasiswa maupun stakeholder akan didiseminasikan melalui forum diskusi yang terarah dan sistematis.

Kepanitiaan konferensi ini selain dosen USM-Indonesia juga dibantu mitra kampus mitra (co-host),antara lain, Institut Kesehatan Helvetia, STIKes Mitra Husada Medan.

Kemudian Boromarajonani College of Nursing Sanpasittiphrasong (BCNSP) Thailand, College of Health Sciences Savannakhet Laos, dan St Paul University Philippine.Acara tersebut langsung dibuka resmi oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Dr. Sadjuga MSc. (swisma)