Unimed Siapkan Lulusan Terampil Kerja

Hadapi Industri 4.0

Medan | Jurnal Asia

Hadapi era revolusi industri 4.0 memunculkan tantangan baru, di antaranya adanya perubahan prilaku generasi Z dalam konteks pembelajaran. Hal ini diakibatkan potensi distraksi yang cukup tinggi pada setiap individu, information overload (informasi berlebihan) sampai tak terverifikasi.

“Dengan tantangan ini lulusan harus punya work skill atau keterampilan kerja yang dibutuhkan menghadapi industri 4.0,” kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd mengatakan pada wisuda 2.038 lulusan di Gedung Serbaguna PTN itu, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Selasa (27/11).

Disebutkannya, hadapi revolusi industri 4.0 menuntut perubahan sistem pendidikan. Dengan perubahan paradigma ini, maka pendidikan harus berorientasi kepada kebutuhan yang berfokus pada knowledge production (produksi pengetahuan) dan innovation applications of knowledge (aplikasi inovasi pengetahuan). Sehingga harus mampu merencanakan teknik pembelajaran yang inovatif.

“Di era revolusi industri 4.0 para lulusan perguruan tinggi tidak bisa menghindari tuntutan yang memaksa untuk lebih kreatif, inovatif, serta selalu melakukan pengembangan kompetensi yang dimiliki disesuaikan dengan kebutuhan zaman,” tandasnya.

Prof Syawal Gultom berpesan kepada wisudawan agar menjaga nama baik almamater Unimed dan mampu tampil sebagai insan yang memiliki kapasitas hardskill dan softskill yang baik, tetap komunikasi dan jalin terus silaturahmi dengan Unimed sebagai almamater.

Adapun 2.038 lulusan yang diwisuda pada Selasa dan Rabu (27-28/11) itu terdiri dari 1 orang Doktor Pendidikan, 28 orang lulusan bergelar Magister Humaniora, 119 bergelar Magister Pendidikan, 5 orang bergelar Magister Sains, 1.620 orang bergelar Sarjana Pendidikan, 35 orang bergelar Sarjana Sastra, 123 bergelar Sarjana Sains, 70 orang bergelar Sarjana Ekonomi, 15 Sarjana Olahraga dan 3 orang bergelar Diploma Ahli Madya.

Rektor juga mengumumkan wisudawan terbaik, yakni Christin Juli Emma dar S2 Administrasi Pendidikan dengan IPK 4,00, Siti Kholija Sitompul dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,93), Hanipa Yansari dari S1 Pendidikan Antropologi (IPK 3,90), Meylinda Leliana Saragih dari S1 Pendidikan Ekonomi (3,88).

Kemudian, Indri Heriska dari S1 Pendidikan Guru PAUD (3,92), Robiansyah Putra dari S1 Pendidikan Matematika (3,88), Dika Silvia dari S1 Pendidikan Teknik Elekttro (3,84), Rika Widya Puspita dari D-III Teknik Sipil (3,48), dan Ega Nanda Adetya dari S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi dengan IPK 3,66.
(swisma)