Tanoto Foundation Gandeng Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumut Lakukan Penyebarluasan Program PINTAR

Foto Bersama : Program Director Basic Education Tanoto Foundation, Stuart Weston (kiri) foto bersama dengan stakeholder program PINTAR di acara Temu Mitra Pendidikan Se-provinsi Sumatera Utara, di Medan, Rabu (20/2).Netty

Medan | Jurnal Asia
Tanoto Foundation menggandeng Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumatera Utara dalam melakukan diseminasi (penyebarluasan) program PINTAR. Saat ini, program tersebut sudah berjalan di lima provinsi di Indonesia diantaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

Program Director Basic Education Tanoto Foundation, Stuart Weston mengatakan, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, pihaknya bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan (Kemendikbud) dalam meluncurkan program PINTAR.

Untuk menjalankan program itu di Sumut, terangnya, Tanoto Foundation bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Karo, Pematangsiantar dan Batubara. Serta perguruan tinggi UINSU dan UMSU dan Kementerian Agama.

“Selama ini kami fokus melatih beberapa sekolah mitra dan masih menjangkau 24 sekolah di Indonesia. Saat ini kami sedang sedang melakukan diseminasi pelatihan praktik baik pendidikan kebeberapa sekolah,” katanya di Temu Mitra Pendidikan Se-provinsi Sumatera Utara, Rabu (20/2).

Stuart menambahkan, di 2019 direncanakan program ini dapat menyentuh sekitar 700 sekolah di lima provinsi. Dan hingga Januari ini, diseminasi sudah dilakukan di 168 sekolah.

Menurutnya, pendidikan sekolah di Indonesia berjalan dengan baik tapi yang kurang dari segi mutu. Kalau dilihat dari tes internasional, kata dia, peringkat Indonesia berada di bawah dan ini karena siswa sulit mengekspresikan pemikirannya sendiri.

“Program PINTAR ini mengajak mereka berfikir secara independen. Di Sumut sendiri, pola kegiatan dalam belajar mengajar di sekolah sudah tidak konvensional lagi, jadi dibuat suasana yang lebih menyenangkan dan aktif antara guru dan murid,” tegasnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Karo, Dr Eddi Surianta Surbakti,M.Pd menambahkan, sesuai visi dan misi dari Dinas Pendidikan Karo, pihaknya ingin merevolusi sistem pembelajaran. Sebab, anak diajari bukan untuk jadi ilmuan tetapi anak belajar untuk bisa bertahan sehingga dalam memperoleh ilmu bukan hanya dikte saja.

“Dengan metode yang dibuat setelah bermitra dengan Tanoto, anak-anak bisa mencapai kesimpulan karena ada rangkaian kegiatan yang dilakukan. Dia berfikir karena ada langkah-langkah yang dilakukan,” terangnya.

Pihaknya juga berterimakasih kepada Tanoto Foundation karena sudah melatih guru-guru yang berpotensi. Di Karo ada 24 sekolah mitra dan ada tambahan diseminasi pada tahun ini sebanyak 128 sekolah.

“Program ini merubah pola pikir dan mengubah cara belajar anak sehingga mampu berfikir kritis,” tukasnya.

Ditambahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Karo, Drs H Muksin Batubara,M.Pd, program yang ditawarkan Tanoto Foundation baik dalam budaya literasi dan pengemasan program pembelajaran sangat berarti. Dan ini sangat bermanfaat bagi para pengajar untuk menerapkan pendidikan di sekolah.

“Di Karo ada 17 madrasah dan yang masih tersentuh ada 5 sekolah. Harapan kami, semakin banyak lagi madrasah bisa memperoleh hal yang sama  melalu diseminasi ini sehingga kualitas pendidikan lebih bermutu,” tandasnya.

Acara Temu Mitra Pendidikan Se-provinsi Sumatera Utara juga dihadiri, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Eddy Nuah Saragih, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Riswandi. Kemudian, Perwakilan UINSU, Mardianto, Perwakilan UMSU, Uun Ahmad Saehu dan lainnya.(nty)