Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK Modul II Kembangkan Ketrampilan Guru Mata Pelajaran

Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Stuart Weston.Netty

Medan | Jurnal Asia
Setelah berhasil mengimplementasikan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) pada modul I di sejumlah mitra, Tanoto Foundation kembali menggelar pelatihan
fasilitator daerah dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) modul II. Upaya ini untuk mengembangkan ketrampilan guru ataupun dosen dalam mengajar mata pelajaran.

Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Stuart Weston mengatakan, program PINTAR telah berlangsung lebih dari satu tahun. Di Sumut sendiri, mitra program ini ada di 3 Kabupaten Kota yakni, Karo, Pematangsiantar dan Batu Bara dan 2 mitra LPTK, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) serta mitra fasilitator.

Dan ketiga kabupaten kota ini, lanjutnya, telah menerapkan sejumlah kegiatan dari pengembangan modul I. Dan di hari ini, lanjutnya, pihaknya kembali menyelenggarakan pelatihan modul II untuk fasilitator mitra Tanoto Foundation.

“Pada modul II ini lebih difokuskan pada pengembangkan keterampilan guru mata pelajaran, literasi dan numerasi serta pengembangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan modul sebelumnya dalam hal materi, metode pada mata pelajaran,” katanya di pembukaan Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK untuk Modul II tingkat Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (9/9).

Diharapkan, sambungnya, melalui pelatihan ini dapat menghasilkan fasilitator daerah dan fasilitator LPTK yang memahami materi dan teknik serta mampu melatihkan modul II dalam Pembelajaran dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sehingga menghasilkan fasilitator daerah yang dapat melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Kepala Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan Sumut, Syahdian menambahkan, metode yang disampaikan Tanoto Foundation sangat paralel dengan Kementrian Kebudayaan. Sehingga hal ini sangat membantu LPTK dalam menciptakan SDM yang berkompeten di pendidikan.

“Memang sasarannya masih di 3 kabupaten, Karo, Pematangsiantar dan Batu Bara. Dan harapan kita, akan semakin banyak kabupaten lagi kedepannya. Proses pelatihan yang digagas Tanoto ini sangat tepat dikembangkan di sekolah ataupun perguruan tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut, Iwan Suhalmi, SH. MA mengungkapkan, program Pintar ini sangat baik untuk di kembangakan pada sekolah dan Madrasah. Pelatihan ini mendorong agar satuan pendidikan sekolah dan madrasah bisa di kelola dengan baik oleh kepala sekolah.

“Dalam mendorong budaya baca dan metode pembelajaran di kelas serta melibatkan masyarakat dalam pengembangan sekolah, maka sangat layak untuk di terapkan di sekolah-sekolah. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan SDM pendidik dan pengelola pendidikan,” pungkasnya.(nty)