MIS Amaliyah Pematangsiantar Libatkan Orang Tua dalam Proses Belajar

MIS Amaliyah libatkan orang tua membuat tauge botol.Netty

Pematangsiantar | Jurnal Asia
Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Amaliyah Pematangsiantar libatkan orang tua langsung dalam proses belajar mengajar. Ini merupakan penerapan salah satu program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dari Tanoto Foundation.

Kepala Sekolah Andi P Hasibuan mengatakan, pihaknya mulai mengadaptasi program tersebut sejak 2017. Mulai tahun itu, MIS Amaliyah memiliki wajah baru dalam sistem pengajaran.

“Banyak hal yang kami dapat dari sistem pembelajaran program PINTAR. Kami tidak hanya melibatkan guru dan murid tetapi juga orang tua murid,” katanya disela kunjungan pihak Tanoto Foundation di jalan Masjid perumahan Karangsari Permai kelurahan Tambun Nabolon kecamatan Siantar Martoba, Selasa (25/2/2020).

Ia melanjutkan, pihak sekolah juga membuat persatuan orang tua dan guru dengan membentuk grup WhatsApp. Di situlah mereka saling bertukar pikiran, apa yang dihadapi anak di dalam kelas, apa yang sedang dipelajari dan sebagainya.

Pihaknya juga melibatkan orang tua dalam penambahan fasilitas sekolah seperti perpustakaan. Jika ada orang tua yang memiliki buku dan cocok untuk dibaca oleh anak-anak bisa disumbangkan ke sekolah.

“Melibatkan orang tua memang tidak segampang yang kita pikirkan karena mereka banyak yang sibuk. Awalnya memang ada yang menolak tetapi sekarang sudah bisa terima dan hubungan dengan sekolah menjadi bagus,” ucapnya.

Penyerahan buku bacaan kepada pihak sekolah.Netty

Guru kelas III MIS Amaliyah Ramadhan mengatakan, ide melibatkan orangtua murid sudah dilakukan sejak awal semester dua tahun ini secara bergantian. Sebagai contoh, kata dia, ia melibatkan orang tua untuk membuat tauge dengan memanfaatkan botol minuman plastik bekas sebagai wadah.

“Kita memang libatkan beberapa orang tua murid untuk ikut mendampingi saat praktek. Ini biar orangtua tahu sejauh mana anaknya belajar dan membuat anak-anak semakin semangat belajar,” tuturnya.

Pengawas Sekolah MI Amaliyah, Samsuddin Siregar menambahkan, dari 12 Madrasah Ibtidaiyah yang ada di kota Pematangsiantar, ada 4 MI yang menjadi mitra Tanoto Foundation. Tetapi yang kemajuannya terlihat sangat pesat hanya MIS Amaliyah.

“Ini merupakan lompatan yang luar biasa. Secara umum, selama ini guru-guru kurang kreatif dalam konteks pembelajaran, setelah Tanoto datang maka berubah dan guru-guru lebih kreatif. Begitu juga murid-murid semakin semangat belajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam membantu penyebarluasan modul pembelajaran yang disusun Tanoto, pihaknya berkeinginan menyusun satu buku yang berisikan pengalaman para guru. Dengan begitu, semakin banyak guru yang aktif dalam mengajar sehingga proses belajar mengajar tidak monoton.(nty)