Matematika Penting di Era Disrupsi

Seminar “SIMANTAP” di UMSU

Medan | Jurnal Asia

Matematika, sebagai ilmu dasar dan terapan, merupakan salahsatu disiplin ilmu yang semakin hari kian disadari begitu diperlukan sebagai satu kebutuhan untuk mengisi ruang dalam perkembangan era Revolusi 4.0 atau disrupsi yang begitu luar biasa.

“Daya saing bangsa salahsatunya ditentukan seberapa besar kita mampu menguasai bidang-bidang eksak, terutama bidang dasar, termasuk di dalamnya ilmu matematika,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU, Dr Agussani MAP melalui WR 3 Dr Rudianto MSi, kemarin di aula kampus tersebut Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan.

Menurut Rudianto pada seminar nasional matematika dan terapan (SIMANTAP) 2018 menyebutkan, tidak berlebihan sebuah perguruan tinggi harus diwarnai dengan banyaknya scientist-mathematician yang diharapkan bisa berprestasi dan mengangkat nama baik perguruan tingginya. Sehingga ilmu matematika semakin diminati sebagai ilmu dasar dan terapan di Indonesia.

Seminar yang mengangkat tema ‘mathematic for smart learning’ diikuti ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumut ini diyakini akan memberikan kontribusi bagi semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Bagi UMSU sendiri, kata Rudianto, tentunya kegiatan ini begitu penting dan sangat strategis, karena salahsatu yang menjadi kunci dalam menyelenggarakan pendidikannya adalah ingin membangun peradaban bangsa. Di antaranya adalah dengan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi.

Menurutnya, upaya pengembangan iptek salahsatunya adalah dengan mengembangkan ilmu pendidikan matematika. Cara pengembangan iptek itu bisa lewat shering, diskusi, seminar dan duduk bersama diantra mereka yang tertarik dan berminat dalam bisang ilmu yang sama.

“Karena itulah saya percaya pertemuan hari ini akan menjadi tonggak baru bagi pengembangan ilmu matematika,” kara Rudianto.

Rudianto memaparkan, ditengah perkembangan teknologi informasi dewasa ini, dimana hadir apa yang disebut dengan MOOC atau a massive open online course.

Tentunya ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan, terutama bagi matematika saintis, bagaimana agar ilmu matematika itu bisa dimanfaatkan secara cepat dan tepat.
“Ini tentunya sangat penting dan bermanfaat, karenanya sangat tepat menjadi materi yang akan juga dibahas dalam seminar kita hari ini, seperti mathematic-competation, information-system dan mathematic-education,” katanya.

Dia berharap matematika saintis bisa membangun komitmen agar tantangan itu tidak menjadi momok, tapi justru menjadi peluang atas semua keluaran-keluaran dan produk-produk SDM dari ilmu matematika bisa memanfaatkan MOOC tadi.
(swisma)