Mahasiswa Poltekpar Medan Diajak “Melek” Media Sosial

 

Forum Komunikasi dan Koordinasi Media.Netty

Medan | Jurnal Asia
Di era globalisasi saat ini, gempuran media sosial tidak dapat terbendung lagi. Karena itu, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan
mengajak mahasiswa untuk “melek” media sosial melalui Forum Komunikasi dan Koordinasi Media lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip mengatakan, Poltekpar Medan memberikan pengetahuan tambahan terkait jurnalistik. Sedikitnya, ada 30 mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang jurnalistik mengikuti kegiatan tersebut.

“Influencer paling besar saat ini bukan melalui komunikasi interpersonal, tetapi melalui media sosial. Zaman sekarang tangan bergerak lebih cepat melalui menulis,” katanya disela acara, Selasa (24/9).

Menurutnya, efek menulis sangat luar biasa, dari tulisan dapat menarik perhatian orang banyak terutama bila tersebar di berbagai media. Pihaknya ingin mahasiswa memiliki teknik menulis yang baik dan benar dan diharapkan dapat menjadi agen pembaharuan.

“Kita ingin, anak-anak di sini melek media sosial. Dengan begitu, mereka bisa memilah mana yang benar dan mana yang hoaks sehingga tidak merubah prilaku mereka. Peran media sosial sangat penting untuk menjaga kebhinekaan dan keutuhan bangsa ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, Poltekpar sendiri memberikan kebebasan mahasiswa yang memiliki ide-ide atau tulisan kreatif untuk dinaikkan di media sosial baik itu, Instagram, Twitter ataupun Facebook. Dengan begitu, mereka memiliki estetika yang baik dalam menuangkan ide-ide yang menarik.

“Kegiatan positif yang mengasah keahlian dan kepintaran dalam menulis seperti ini akan terus kita lakukan,” tandasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri menyatakan, pada saat menulis sesuatu di sosial media, terkadang menulis secara asal untuk mengekspresikan diri. Hanya melampiaskan perasaan yang seketika yang ingin diungkapkan.

“Terkadang tulisan yang kita publikasikan membuat orang lain tersinggung atau bertanya-tanya maksudnya apa. Mahasiswa perlu diberikan pengetahuan tentang etika dan dalam menulis,” ucapnya.

Poltekpar Medan, sambungnya, memiliki banyak kegiatan yang memiliki nilai berita. Mahasiswa ini diharapkan nantinya dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan informasi kepada masyarakat umum.

Sementara, Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya menambahkan, keberhasilan harus direncanakan dan tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Menurutnya, Poltekpar Medan telah melakukan langkah yang tepat untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk menulis.

“Selain kurikulum, mahasiswa juga dibekali dengan kegiatan-kegiatan untuk menambah pengetahuan wirausaha. Kedepannya diharapkan mereka mampu untuk membuka usaha khususnya untuk mendukung pariwisata Danau Toba,” tandasnya.(nty)