Kepsek SD Pematangsiantar Wakili Sumut di Kementrian Pendidikan Jakarta

 

Kepala Sekolah Dasar Kota Pematangsiantar, Murniati Nasution mewakili Sumut menjadi narasumber di Kementerian Pendidikan Jakarta.Ist

Jakarta | Jurnal Asia
Kepala Sekolah Dasar Kota Pematangsiantar, Murniati Nasution mewakili Sumatera Utara (Sumut) menjadi narasumber di Kementerian Pendidikan Jakarta. Murniati berbagi pengalaman praktik baiknya dalam menerapkan Program PINTAR di sekolahnya.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, saat ini pemerataan mutu pembelajaran menjadi fokus Kemendikbud. Mutu yang ditagih adalah peningkatan pada kompetensi siswa, pengembangan karakter, literasi unggul dan penguasaan kompetensi abad 21, seperti kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, berkomunikasi dan kreatif.

Menurut Hamid, dalam setahun ini Tanoto Foundation melalui Program PINTAR bekerja sama dengan Kemendikbud telah melatih para guru, kepala sekolah, komite sekolah dan pengawas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

Dampaknya pembelajaran di kelas guru-guru memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran. Siswa juga dilatih  keterampilan abad 21 dan peningkatan minat membaca. Masyarakat juga terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas sekolah.
“Mutu siswa ditentukan pembelajaran yang berkualitas, maka yang harus dikontrol dan diawasi adalah guru. Maju tidaknya sekolah bergantung kepala sekolah,” katanya diacara Sharing Best Practice Program PINTAR yang dihadiri sekitar 20 peserta pejabat Kemdikbud di Jakarta, Selasa (28/5).

Program PINTAR ini memastikan guru dan kepala sekolah menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Untuk itu, ia mendorong program ini perlu didiseminasikan dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan.

“Kemdikbud, Pemerintah Daerah, dan Tanoto Foundation perlu bersinergi untuk mewujudkannya,” ujarnya

Sebagai Kepala SDN 122375 Pematang Siantar, Murniati Nasution mengungkapkan pengalamannya membawa perubahan pembelajaran di sekolahnya. Semua guru konsisten menerapkan pembelajaran aktif, siswa difasilitasi belajar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kegiatan membaca buku setiap hari.

Orangtua juga terlibat aktif dalam mendukung peningkatan mutu sekolah. Kini, para kepala sekolah dan guru-guru dari sekolah lainnya tertarik belajar dan mengunjungi sekolahnya untuk melihat proses pembelajaran di kelas.
“Saya sering mengikuti pelatihan namun tidak ada tindaklanjut implementasinya. Pelatihan Tanoto Foundation sangat berbeda. Sejak awal pelatihan kami sudah langsung berpraktik, kami juga didampingi agar dapat menerapkan dalam pembelajaran. Hal itu membuat saya bersama para guru terinspirasi untuk berkomitmen menerapkan hasil pelatihan,” tegasnya.

Untuk memastikan guru juga berkomitmen menerapkan pembelajaran aktif di kelas, Murniati rutin melakukan pendampingan pembelajaran melalui kegiatan supervisi.
“Sebelum supervisi, saya mendampingi guru menyiapkan dalam perangkat dan media pembelajaran yang akan digunakan. Di dalam pembelajaran, saya juga tidak hanya duduk diam dan mencatat, tetapi saya ikut mendampingi proses pembelajaran,” ucapnya.

Pasca supervisi, ia juga mengajak guru berdiskusi hasil pembelajaran, apa yang sudah berhasil dan apa yang perlu diperbaiki ke depan. Dampaknya, para guru selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Setelah perubahan terjadi di semua kelas, kepala sekolah mulai mengundang orang tua siswa untuk melihat pembelajaran di kelas. Karya siswa hasil pembelajaran dipajangkan dan orangtua diundang untuk melihatnya.

Ternyata, orangtua sangat terkesan dengan hasil belajar anak-anaknya. Jadi bukan hanya angka-angka saja yang dilaporkan tetapi hasil riil pembelaran siswa di kelas bisa diketehui orang tua siswa.

“Orang tua menyambut positif ketika membantu proses pembelajaran,” pungkasnya.

Keberhasilan Muniarti dalam melakukan perubahan di sekolahnya membuatnya dianugerahi Pemerintah Kota Pematang Siantar sebagai kepala sekolah terbaik tahun 2019.

Sementara itu, Yusri Nasution selaku Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Sumut mengungkapkan, kehadiran salah seorang kepala sekolah Ibu Murni Nasution mewakili Sumatera Utara dalam berbagi Praktik baik pendidikan di Kemdikbud bukan tampa alasan. Perubahan yang telah terjadi selama berjalannya program sangat berdampak baik bagi siswa dan perkembangan pendidikan di Kota Pematangsiantar.

“Ibu Murni Nasution kita utus mewakili Sumatera Utara dikarenakan prestasi yang telah diraihnya selama mengikuti program PINTAR cukup signifikan,” tuturnya.

Contohnya, kata dia, seperti baru-baru ini meraih Kepala Sekolah terbaik, perubahan drastis pada lingkungan sekolah yang ia pimpin. Hingga sekolah-sekolah yang ada di Kota Pematangsiantar juga ikut merasakan perubahan dari berbagi praktik baik melalui Kelompok Kerja Kepala sekolah maupun dari aktivitas beliau menjadi Fasilitator Daerah yang diutus ke kabupaten dan kota lainnya.(nty)