Kampus Jangan Hanya Sekadar Tambah Prodi

Padang – Di era teknologi dan globalisasi, semestinya peningkatan daya saing lulusan menjadi fokus penguatan kampus saat ini. Misalnya, mem­buka program studi baru atau pe­ngu­­bahan Perguruan Tinggi Swasta.

“Saat ini kampus berlomba memperbarui sistem akademik, tata kelola dan kualitas sumber daya pengajar, namun tetap menjadikan lulusan yang unggul sebuah prioritas yang perlu dikejar,” kata Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X, Prof Herri Herri , kemarin

Terlebih, kata dia, kini banyak kampus swasta dan negeri yang membuka program studi baru. Contohnya, Sekolah Tinggi Ilmu Hu­kum Riau yang baru saja mem­buka program studi Ilmu Hukum.

Menurut Prof Herri, pembukaan prodi baru harus diiringi dengan penciptaan lulusan yang bukan hanya kenyang dengan ilmu pengetahuan hukum saja, tetapi juga mampu memahami segala persoalan dan menyeselesaikannya dari segi hukum.

Misalnya, kata dia, dengan menambah program studi, jumlah dosen, mahasiswa, hingga sarana prasarana yang menunjang untuk tercapainya akreditasi.

“Hal yang sama dalam perubahan bentuk badan penyelenggara pendidikan, orientasinya tetap daya saing,” imbuh dia.

Dengan ini, kata dia, setiap kampus harus meningkatkan ke­mampuan dan daya saing. Sebab perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan dunia cukup cepat.

Sementara itu, salah satu akademisi sekaligus dosen di Su­matera Barat, Fachrul Reza, pengajar atau dosen di kampus juga harus multitalenta.

“Selain berkomitmen dalam tri dharma perguruan tinggi, harus mahir juga dalam pengelolaan kampus dan manajemen akademik,” kata dia.

Caranya, lanjut dia, hal itu bisa terwujud apabila ketiga aspek yakni badan penyelenggara, pimpinan aka­demik, dan dosen bahu-mem­bahu dalam mewujudkannya.

(oz)