Kabupaten Karo Laksanakan Diseminasi Program Pintar Bagi Pendidikan Dasar

Program Pintar : Guru dan kepala sekolah di Kabupaten Karo mengikuti pelatihan program Pintar, kemarin. Ist

Karo | Jurnal Asia
Dinas Pendidikan Kabupaten Karo menggandeng Tanoto Foundation menjalankan program pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran. Program dalam meningkatkan standar mutu pendidikan ini telah berlangsung selama satu semester tahun ajaran 2018.

Kabupaten Karo telah mencapai peningkatan di 5 standar dari 8 Standar Nasional Lendidikan. Hal tersebut berdasarkan rapor mutu pendidikan tahun 2018 yang dikeluarkan oleh PMP Dikdasmen Kemendikbut RI yang mengacu pada capaian 8 standar Nasional Pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Dr. Eddi Surianta M.Pd mengatakan, Karo kuat dimulai dari ruang kelas. Itu tidak akan terwujud jika setiap guru dan kepala sekolah belum merubah pola pikir pengembangkan diri sesuai dengan kemajuan dunia pendidikan.

“Siapa saja yang berdiam diri dan tidak ikut dalam arus perubahan akan tertinggal dengan sendirinya. Pemerintah Daerah berusaha semaksimal mungkin agar para pengelola pendidikan dalam hal ini kepala sekolah dan guru memiliki kompetensi yang memadai dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan,” katanya di Aula Dinas Pendidikan dan Sanggar Kesenian Belajar, Karo.

Ia melanjutkan, kerjasama dengan Tanoto Foundation dalam peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah ini diharapkan dapat mewujudkan peningkatan kualitas anak didik.

Selain itu, implementasi program di sekolah yang telah menjadi mitra seharusnya sudah bisa kita lihat perubahannya sehingga menjadi tolak ukur penyebaran program ini keseluruh wilayah Kabupaten Karo.

Menurut Kepala Sekolah Dasar 01 Berastagi, Roslina Pinem, awalnya ia merasa kesulitan menjalankan program dengan banyaknya kegiatan sekolah. Namun, cara mengajar guru dengan adanya program Pintar mulai membuahkan hasil.

“Kami sangat berterimakasih atas perhatian Dinas Pendidikan dengan menjadikan kami mitra program ini. Diawal pengenalan kami merasa tidak sanggup dan akan kerepotan karena guru dituntut untuk aktif dan anak didik sangat menikmati setiap pembelajaran dikelas,” ucapnya.

Pada program Pintar ini, ada perubahan cara mengajar, perubahan tempat duduk siswa, pemajangan portofolio siswa, pojok baca, pengembangan suasana kelas yang menyenangkan. Serta pembenahan lingkungan yang asri, pengembangan budaya minat baca dan perencanaan sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Laksana Ketaren, M.Pd, mengungkapkan banyaknya sekolah yang termotivasi dan berminat untuk dapat menjadi Mitra dari program ini.

“Sekolah merasa perlu untuk mempersiapkan program khusus di mana sekolah dapat mengirimkan guru-guru untuk dilatih dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk komponen pengembangan pada,” tegasnya.

Sementara itu, sambungnya, Tanoto Foundation sendiri telah bersedia untuk memfasilitasi pelatihan dengan mengirimkan para fasilitator daerah yang telah dilatih sebelumnya di tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berasal dari hasil seleksi guru dan kepala sekolah terbaik di kabupaten Karo.

“Kita akan menyusun rencana strategis Diseminasi Program Pintar Tanoto Foundation kedalam kerangka kerja di 2019. Sekolah yang berminat bisa mengikuti program ini,” pungkasnya.(net)