ITM Dukung Peningkatan Mutu Akses Vokasi

Medan | Jurnal Asia

Dalam mewujudkan komitmennya untuk mendukung peningkatan mutu dan akses pelatihan vokasi, Institut Teknologi Medan (ITM) yang diwakili Wakil Rektor I Dr Ir Hermansyah Alam MT MM IPM mengikuti sosialisasi peningkatan mutu dan akses pelatihan vokasi.

Pada pelatihan vokasi yang dirangkai dengan penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Dunia Industri dan Pemerintah Daerah itu digelar, kemarin di Hotel Grand Inna Dharma Deli Medan

Wakil rektor 1 ITM yang didampingi Ketua Jurusan Teknik Informatika Dr Ir Zulkarnain Lubis MSc menyebutkan, kegiatan itu menyimpulkan dalam menyambut tantangan era industri 4.0, mahasiswa harus memiliki sertifikasi keahlian di bidang masing-masing agar siap bersaing di dunia industri baik di dalam maupun luar negeri.

Ke depan, katanya ITM berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam pengembangan rumah vokasi yang telah digagas BBPLK Medan.

Hadir pada sosialisasi itu Fahru Rozi, SH, MA perwakilan Dirjen BBPLK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ir. Zainal Harahap perwakilan dunia industri, Drs Khairul perwakilan Pemprovsu, beberapa perwakilan dari perguruan tinggi dan lainnya.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4) yang setara dengan program pendidikan akademik S1 dan lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi.

Namun sayangnya, para mahasiswa lulusan pendidikan vokasi masih dipandang sebelah mata. Mulai dari urusan bersosialisasi di kampus hingga di tempat kerja, pengalaman dinomor duakan.

Di dunia kerja misalnya, upah yang didapat dari seorang lulusan vokasi lebih rendah daripada upah lulusan program Sarjana. Lulusan vokasi tak akan pernah bisa dapat gaji yang didapat sama anak S1
Permasalahan lain yang timbul dalam pengembangan program vokasi adalah meningkatnya jumlah pengangguran dari angkatan kerja lulusan diploma atau vokasi.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa pengangguran dari angkatan kerja lulusan program diploma atau vokasi menunjukan kenaikan.
(swisma)