Imelda Fransiska, S.Pd, 13 Tahun Mengabdi dengan Hati

 

Imelda Fransiska, S.Pd.Netty

Medan | Jurnal Asia
Bagi Imelda Fransiska, S.Pd, dunia pendidikan adalah bagian dari jiwanya. Selama mengabdi sekitar 13 tahun di Yayasan Perguruan Dharma Bakti Lubuk Pakam dengan motto “Hidup harus menjadi berkat bagi banyak orang”, ia berusaha mencurahkan pengabdiannya selalu dengan hati.

Saat ini, perempuan lulusan Universitas Negeri Medan Tahun 2001 ini telah menjabat sebagai Kepala SMA Dharma Bakti. Untuk sampai dititik itu, ia kerap berjuang dan melalui proses yang tidak mudah.

Dikatakan Imelda, awalnya peluang datang di tahun 2006 di mana ada penerimaan pegawai di sekolah yang baru di buka di Dharma Bakti Lubuk Pakam. Ia melamar sebagai Kepala Sekolah Dasar namun saat itu Imelda mendapat kesempatan untuk mengajar sebagai guru seni untuk tingkat PGTK dan SD.

“Saya tetap bersyukur dan merasa beruntung saat itu. Karena saya masih tetap bekerja di lingkungan sekolah,” katanya.

Perempuan kelahiran Medan, 17 April 1977 ini semakin yakin untuk bertahan karena perguruan tersebut notabennya dibangun oleh yayasan sosial dengan visi misi yang sangat bagus kedepannya. Di mana sekolah ini memperhatikan anak-anak yang kurang mampu agar mereka tetap bisa menikmati pendidikan.

Dari visi misi ini, kata dia, ia tertarik karena sesuai motto hidupnya “Hidup harus menjadi berkat bagi banyak orang”. Dan semakin hari, ia melihat ada hubungan yang menarik di sini dalam arti kata kekeluargaan yang terjali sangat baik.

“Keberagaman di sini merupakan kekayaan, heterogen komunikasinya juga sangat baik. Siswa-siswinya dari berbagai ragam sukuĀ  tetapi keanekaragaman itu sangat menyatu dan tidak ada celah yang mengarah kearah perpecahan. Itulah keindahan di perguruan ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, staf pengajar di sini sangat loyal kepada perguruan. Keseluruhan mengajar dengan hati, kaya dengan perbedaan dan hal ini membuat nyaman. Memang, setiap orang “bercita-cita besar untuk karir” namun untuk kesejahteraan yayasan memberi perhatian.

“Saya merasa nyaman berada di sini dan jiwa saya ada di sini. Padahal, saya pernah 3 kali ditawarkan pekerjaan di Medan dengan gaji yang tinggi tetapi saya menolak dan saya bertahan, mungkin rohnya sudah di sini,” ucapnya.

Terkait tuntutan dalam bekerja, lanjut dia,
yayasan pasti menginginkan adanya peningkatan jumlah siswa dan peningkatan kualitas pendidikan dan ini dianggap sebagai tantangan. Yayasan memiliki visi yang baik agar sekolah ini menjadi sekolah bernilai di Lubuk Pakam dan ini adalah suatu rencana yang membutuhkan komitmen, usaha dan konsistensi dalam merealisasi tujuan tersebut.

Menurutnya, melihat potensi ini pihaknya sangat optimis sekolah akan berkembang dan maju. Hal tersebut dikarenakan guru dan staf selain harus memenuhi kriteria dasar memiliki kualitas yang baik, juga harus sinergy dengan visi misi yayasan. Karena kesungguhan akhirnya banyak visioner terpanggil untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program sekolah ini.

Imelda Fransiska, S.Pd foto bersama dengan siswi SMA Dharma Bakti.Netty

Ia menerangkan, level pelayanan pendidikan dimulai dari tingkat PGTK, SD, SMP dan SMA, ada 900 siswa dengan SDM sekitar 80 orang. Di sini ada satu tim peduli pendidikan anak asuh yang intensĀ  bergerak bersama para dermawan untuk bahu membahu mengentaskan buta huruf dikalangan warga pra sejahtera dan saat ini ada sekitar 100 anak asuh yang duduk dibangku sekolah.

Muatan pendidikan di sini, katanya, sesuai dengan yang digariskan dalam target dan nilai luhur negara yang berlandaskan Pancasila, tentu pendidikan nasionalisme, religi, budi pekerti, integritas dan disiplin anak, adalah sasaran penting.

Apel pagi diisi dengan pembentukan karakter unggul dengan memberikan arahan yang bermanfaat, siswa melakukan yel-yel anti narkoba, mengulangi dan merenungi pokok da sar janji siswa, menyanyikan lagu nasional dan berdoa.

“Pesan saya ada tiga kepada anak-anak. Pertama, mereka harus hormat dan taat kepada orang tua, harus punya karakter kuat dan harus bisa membudayakan sifat malu, malu salah dan malu ketinggalan,” ucapnya.

Jika ketiga pesan ini diingat dan diterapkan, kata dia, mudah-mudahan siswa-siswi dapat berhasil. Setelah tamat, mereka akan mampu membaur dengan lingkungan masyarakat dan jika tidak memiliki modal ini pasti mereka sulit untuk maju.

Kedepan, ia berharap setelah mereka keluar dari perguruan Dharma Bakti maka menjadi sukses. Dirinya bangga, banyak alumni Dharma Bakti yang menjadi orang berguna seperti dokter, alat negara, profesional swasta dan lainnya.

“Kalau dibilang berhasil, pastinya belum puas. Karena visi dan misi akan tumbuh dan berkembang sesuai zaman, perlu komitmen dan konsistensiĀ  harapan dan keyakinannya sekolah dapat menjadi favorit di Deli Serdang. Tugas kami belum selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas XI SMA Bharma Bakti, Vanissa yang bercita-cita menjadi seorang psikolog mengaku, dirinya senang bersekolah di situ. Sebab, selain hubungan guru dan murid yang harmonis, guru-guru memberikan bimbingan dengan sangat ligas, dipahami dan membesarkan hati untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

“Sejak TK saya bersekolah di sini dan hingga SMA. Dan dari SD hingga SMA ini saya selalu berprestasi dengan ranking juara umum. Saya berharap, sekolah dapat menjadi kebanggaan kami yang sejajar dengan barisan sekolah favorit di Sumatera,” harapnya.(nty)